Bebek Goreng Purnama

Kota surabaya merupakan kota kedua terbesar di Indonesia. Selain itu kota Surabaya juga merupakan pusat bisnis, perdagangan dan industry. Surabaya juga dikenal sebagai surganya kuliner dari seluruh penjuru nusantara. Hampir semua jenis makanan ada di kota pahlawan ini, tidak terkecuali bebek goreng. Tidak perlu pergi ke sebuah restoran mewah ataupun hotel, cukup mampir ke depot sederhana atau warung kaki lima, anda sudah bisa menikamati sensasi kuliner bebek goreng yang memanjakan lidah.

Kota Surabaya memang dikenal dengan kuliner bebek goreng karena dagingnya yang empuk, tidak bau amis dan juga sambalnya yang pedas. Dengan citarasa yang tiada duanya itu, dipastikan bisa menambah selera makan anda. Mungkin di daerah lainnya juga ada banyak penjual bebek goreng, namun bebek goreng yang ada di kota Surabaya memiliki ciri khusus baik dari rasa maupun penampilannya.

Daging bebek memiliki tekstur yang berbeda dengan daging ayam, sehingga kekhasan dari rasa daging bebek sangat menggoda bagi siapa saja. Nah, apalagi sebelum digoreng, bebek terlebih dahulu direbus dalam air dengan bumbu yang penuh rempah. Begitu daging bebek sudah empuk serta bumbunya sudah meresap, barulah daging bebek tersebut digoreng dalam minyak hingga kering dan warnanya mengkilat coklat keemasan. Untuk penyajian bebek goreng biasanya disajikan bersama sayuran lalapan seperti mentimun, kemangi, dan daun selada beserta nasi putih yang maish hangat, sambal pedas dan bumbu bebek yang khas semakin membuat orang tidak sabar menyantapnya.

Jika anda jeli, salah satu warung bebek goreng yang paling sering dijumpai adalah Bebek Goreng Purnama. Warung-warung ini memiliki ciri khas, berupa kain penutup (geber) berwarna kuning yang bertuliskan Bebek Goreng Cabang Purnama. Warung bebek goreng cabang purnama bisa anda temui hampir  di seluruh wilayah Surabaya. setidaknya, satu kawasan di kota Surabaya pasti memiliki satu warung bebek purnama. Nama kuliner ini begitu populer sehingga memiliki jumlah cabang terbanyak di Surabaya. Namun tahukah anda mana cabang yang asli dari Bebek Goreng Purnama?

Nama warung bebek goreng purnama sebenarnya berasal dari sebuah warung bebek yang terletak di depan gedung bioskop purnama. Gedung bioskop yang dulu terletak di Jalan Pajajaran Surabaya tersebut sudah lama tutup sejak tahun 1958. Warung bebek tersebut juga tutupsetelah ditutupnya bioskop tersebut.

Nah, setelah bioskop tersebut tutup, justru mulai bermunculan “cabang-cabang” bebek purnama. Yang unik adalah meski menggunakan nama Purnama, para pemilik warung tersebut mengaku memiliki resep sendiri-sendiri. Meski demikian, rasa bebek dan sambal yang ada di semua warung bebek purnama tersebut hampir sama.

Lantas apa yang membuat bebek goreng Purnama ini begitu digemari hingga banya “cabang” dimana-mana? Sebenarnya tidak ada perbedaan yang mencolok dari bebek goreng purnama dengan olahan bebek goreng yang lain pada umumnya. Cita rasa daging yang empuk dan tidak terlalu kering, sehingga daging bebek terasa juicy saat dimakan. Lalu apa yang membuat olahan bebek goreng ini begitu digemari oleh kalangan pecinta kuliner kota Surabaya? jawabannya ada pada taburan serundeng. Serundeng atau taburan kelapa yang sudah disangrai dan diberi bumubu khas kemudian digoreng kering menambah nikmat rasa lebih crispy warung bebek goreng ini.

Tapi jangan lupa bahwa daging bebek memiliki kadar kolesterol yang tinggi. Jadi haruslah berhati-hati ketika menyantapnya. Apalagi jika sesudah memakan nasi bebek kemudian merasa pusing atau sakit di kaki, itu pertanda bahwa kolesterol dalam tubuh anda cukup banyak. Tapi biasanya hal seperti itu tidak dihiraukan bila nasi bebek sudah ada di depan mata, hahaha. Jadi apabila sedang berkunjung ke kota Surabaya, jangan lupa memburu kelezatan kuliner bebek goreng yang terkenal itu.

Wisata Kaki Suramadu

Mengisi waktu musim liburan, tak harus pergi keluar kota, dan mengeluarkan biaya yang mahal. Berbagai destinasi wisata dapat dikunjungi untuk mengisi liburan di Kota Surabaya. Salah satu diantaranya adalah wisata pantai di lokasi kaki jembatan Surabaya – Madura atau Suramadu, sisi Surabaya.

Jembatan Suramadu adalah jembatan yang dibangun melintasi Selat Madura, menghubungkan Pulau Jawa (di Surabaya) dan Pulau Madura (di Bangkalan). Jembatan suramadu ini memiliki panjang 5.438 meter, jembatan ini merupakan jembatan terpanjang di Indonesia saat ini. Jembatan Suramadu terdiri dari tiga bagian yaitu jalan layang (causeway), jembatan penghubung (approach bridge), dan jembatan utama (main bridge). Jembatan Suramadu diresmikan awal pembangunannya oleh Presiden Megawati Soekarnoputri pada 20 Agustus 2003 dan diresmikan pembukaannya oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 10 Juni 2009. Dengan adanya pembangunan jembatan ini, pemerintah berharap dapat meningkatkan pemerataan pendapatan di wilayah Surabaya ke wilayah Madura, begitu pula dengan kependudukan.

Jembatan Suramadu sekarang telah menjadi ikon Indonesia. Selain itu, pesona sekitar Jembatan Suramadu menjadikan kita takjub terhadap pesona Indonesia. Khususnya pemandangan di sekitar Jembatan Suramadu. Nah, kenapa jembatan ini dinamakan “Jembatan Suramadu?” karena jembatan ini telah menghubungkan jalan antara Surabaya dan Madura. Oleh sebab itulah, dinamakan “Jembatan Suramadu”. Jembatan Suramadu telah dikenal sebagai jembatan panjang yang melintas diatas selat Madura untuk menghubungkan pulau Jawa dengan pulau Madura.

Selain dikenal sebagai hasil pembangunan infrastruktur yang memudahkan jalur perhubungan kendaraan darat dari Surabaya ke Madura, ternyata Jembatan Suramadu ini juga dikenal sebagai tempat wisata. Sebagian warga memilih menikmati liburan di kota sendiri dan mendatangi tempat-tempat wisata yang tersedia. Seperti halnya di kota Surabaya, wisata pantai di kaki Jembatan Suramadu menjadi alternatif pilihan warga yang ingin berwisata murah di kota sendiri. Tanpa mengeluarkan biaya untuk masuk ke lokasi wisata alternatif ini, para pengunjung dapat menikmati pemandangan Selat Madura dari kaki Jembatan Suramadu sisi Surabaya.

Sepintas tidak ada yang istimewa di kawasan Jembatan Suramadu ini. Hanya tampak jalan tol dan jembatan di atas yang indah dan megah untuk dipandang saat melintasi jalan ini untuk menyebrang ke Madura dan sebaliknya. Namun ternyata, di bawah kaki Jembatan Suramadu ini banyak warga yang berkunjung untuk sekadar duduk santai, minum kopi dan menikmati semilir angin laut yang menemani pengunjung menghabiskan momen kehangatan bersama keluarga. Sementara, wilayah perairan dangkal menjadi tempat untuk anak-anak yang ingin bermain air di bawah Jembatan Suramadu. Para pengunjung wisata kaki Jembatan Suramadu sisi Surabaya ini  pun tertarik untuk bermain dan mencari satwa laut  di tepian pantai.

Tidak hanya itu, apabila pengunjung ingin menikmati suasana pemandangan  di sekitar kaki Jembatan Suramadu dapat pula berlayar menggunakan perahu yang disewakan oleh para nelayan. Cukup dengan membayar seharga Rp 5000 per orang, para pengunjung data menikmati pemandangan perairan di bawah Jembatan Suramadu.

Pemandangan matahari tenggelam atau sunset dari kaki Jembatan Suramadu memang terkenal cantik. Tidak heran jika para wisatawan yang datang ke sana pasti dibuat terpesona dengan langit yang berwarna oranye dan matahari terbenam yang berwarna kuning.

Dengan adanya wisata kaki Jembatan Suramadu ini bisa meningkatkan kesejahteraan para nelayan di sekitar kawasan tersebut. Pendapatan nelayan per harinya bervariasi antara Rp 700 ribu hingga Rp 1 juta. Untuk itu, tidak ada salahnya jika anda mengunjungi lokasi wisata kaki Jembatan Suramadu ini untuk mengisi waktu liburan.