Home / Umum / Calon Guru Besar ITS Pimpin Ekspedisi Mahanugra I/2018

Calon Guru Besar ITS Pimpin Ekspedisi Mahanugra I/2018

Calon Guru Besar ITS Pimpin Ekspedisi Mahanugra I/2018

Kabar Surabaya – Sabtu pagi 27 Januari 2018, matahari belum terbangun penuh dari peraduannya. Waktu menunjukkan pukul 05.00 lebih sedikit. Tampak seorang wanita berhijab gelap membawa obor. Api menyala di pinggir Kali Surabaya dekat MIC (Mangrove Information Center) Surabaya. Nyala obor pagi itu menjadi pertanda dimulainya Ekspedisi Mahanugra perdana tahun 2018. Tristin nama wanita itu kemudian naik menjauh dari sisi sungai menuju bahu jalan dibantu dua rekannya, Danang dan Aziz.

Ekspedisi Mahanugra I tahun 2018 dilaksanakan oleh Komunitasnya arek Jawa Timur. Komunitas yang peduli akan pemberdayaan masyarakat dengan tujuan pemerataan kemakmuran bersama. Rombongan penyala obor kemudian bergeser ke MIC. Disana sudah ada Ridho Bayu Aji sang komandan dan pimpinan Ekspedisi Mahanugra. Ridho aktifitasnya sehari-hari adalah Akademisi di Institut Teknologi 10 November Surabaya.

Pada kesempatan kali ini didapuk untuk memimpin Ekspedisi Mahanugra I tahun 2018. Dengan tema #Mahanugra Peduli Alam. Local hero (pahlawan lokal) yang terlibat di sesi ini adalah Soni Mohson. Dia adalah Ketua Kelompok Tani Mangrove Wonorejo. Mengawali aktifitas di area tanam MIC, Soni memberi gambaran kepada peserta tanam mangrove pagi itu.

Apakah mangrove itu? Juga sebaran klasifikasi berbagai jenis tanaman yang ada di kawasan hutan konservasi Mangrove Pamurbaya (Pantai Timur Surabaya). Revita menjadi peserta yang mengawali aktivitas penanaman mangrove. Ada sekitar 200-an mangrove yang ditanam.

Setelah proses penanaman Mangrove selesai, Ridho memimpin rombongan pesepeda membawa pataga Mahanugra. Rute yang dilalui, berawal dari MIC Wonorejo menuju Dermaga Perum Jasa Tirta I ASA 3, Karah. Rute sejauh 15 km dilaju selama 75 menit dengan sepeda MTB. Chairudin dan Bobbin menjadi anggota tim pesepeda Ekspedisi Mahanugra. Sebagai pasukan pengawal (Patwal) motor rombongan pesepeda, adalah kelompok pegiat alat komunikasi (HT) yang menamakan komunitasnya TIARA.com (anggota RAPI Kota Surabaya). (BNPY)

Ada kejadian tidak biasa sebelum rombongan pesepeda memasuki perempatan Pangjangjiwo ke arah Jagir. Seorang patwal mendatangi Chairudin anggota tim pesepeda memberikan air mineral. Saat TL menyala hijau, rombongan pesepeda mulai mengayuh sepedanya. Belum 100 meter melaju, Chairudin meminggirkan sepeda lipatnya. Sekelebat kemudian dia oleng dan jatuh pingsan di pinggir jalan tidak jauh dari sepedanya diparkir. Tim pendukung Ekspedisi Mahanugra segera tiba, mengevakuasi pesepeda yang pingsan.

Kegiatan semacam Ekspedisi Mahanugra bukan kegiatan biasa. Karena itu, siapapun pesertanya? Bahkan pendamping di lapangan adalah orang/tim kerja yang ahli dan berpengalaman di bidangnya. Disamping bekerjasama dengan komunitas pegiat alkom TIARA.com. Untuk pendamping lapangan, baik tim Susur Sungai maupun tim Gunung bekerja sama dengan SAR Surabaya. Dan fanpage FB populer “Kabar Surabaya” sebagai media partner. “Ekspedisi Mahanugra yang tidak biasa harus didukung tim Kerja yang luar biasa!” Imbuh Ridho sang kordinator.

Kegiatan susur sungai “Kali Surabaya” sejauh 9,5 km. Dari Dermaga PJT Karah sampai Kantor Desa Bambe, Driyorejo – Gresik. Kali ini melibatkan Imam Rochani Direktur Konsorsium Lingkungan Hidup. Pahlawan lokal yang satu ini, sehari-hari ada Kordinator Patroli Kali Surabaya. Bersama anggotanya, Imam menjaga sungai tidak tercemar limbah pabrik dan limbah rumah tangga. Caranya dengan edukasi, serta pelaporan pada pihak berwajib dan mendorong ada tindak hukum bagi pencemar lingkungan sungai. Sebelumnya ditebarkan 1100 bibit bader dan nener ke Kali Surabaya.

Ekspedisi-Mahanugra-I-2018

Usai susur sungai, Ekspedisi dilanjutkan dengan tour mobil sejauh 47 km menuju desa Sendang – Trawas. Kali ini tim transit di hombase Komunitas Welasan, yang kegiatannya berorientasi pada pelestarikan budaya Jawa. Tiga anggota Tim Gunung yang terdiri dari Maya, Damar dan Edy (Tim Malang) melanjutkan pendakian untuk mengibarkan pataga Mahanugra di puncak Penanggungan sebagai akhir dari Ekspedisi . Karena Badai, tim hanya bisa mencapai puncak bayangan. Ekspedisi Mahanugra I/2018 dipungkasi dengan lepasliarkan 200 ekor emprit. (BNPY)

About Kabar Surabaya

Check Also

roda02-tidak-boleh-lewat-ahmad-yani

Roda 2 Di Larang Masuk Jalur Utama Ahmad Yani

Roda 2 Di Larang Masuk Jalur Utama Ahmad Yani Kabar Surabaya – Dengan selesainya jalur …