Home / Sejarah / CLS Knights Surabaya, Cikal Bakal Olahraga Bola Basket Di Indonesia

CLS Knights Surabaya, Cikal Bakal Olahraga Bola Basket Di Indonesia

cls-knight-surabayaCLS Knights Surabaya, Cikal Bakal Olahraga Bola Basket Di Indonesia

Kabar SurabayaCLS Knights Surabaya, Cikal Bakal Olahraga Bola Basket Di IndonesiaKota Surabaya adalah kota dengan  sarat prestasi. Hal ini terbukti dengan banyaknya prestasi yang berhasil di raih oleh Kota Pahlawan ini di berbagai bidang. Kota Surabaya juga telah banyak melahirkan tim-tim besar olahraga yang sangat melegenda. Untuk olahraga sepakbola, siapa yang tidak kenal dengan nama Persebaya Surabaya, Niac Mitra dan Assyabab Salim Grup. Banyak mantan pemain dari tim-tim tersebut yang saat ini melatih tim-tim besar tanah air. Namun, selain sepak bola, k0ta ini juga merupakan cikal bakal dari lahirnya olahraga Bola Basket di Indonesia. Tim Bola Basket pertama di Indonesia yang lahir adalah CSL Knights Surabaya.

Tim Bola basket CLS Knights Surabaya hanya bermula dari kegiatan rutin yang di lakukan di sekolah pada tahun 1946. Kegiatan ini di lakukan oleh para penggemar olahraga bola basket yang kebanyakan di mainkan oleh warga Tiong-Hoa. Pada masa ini olahraga bola basket masih sangat asing untuk di mainkan di Indonesia yang baru saja merayakan kemerdekaannya. Pada masa itu sepak bola masih menjadi olahraga favorit rakyat Indonesia. Masih sedikit masyarakat Indonesia yang paham akan olahraga Bola basket ini.

Karena ingin lebih serius lagi dalam mengenalkan olahraga Bola Basket, akhirnya di bentuklah yayasan yang bernama Chun Lik She. Nama yayasan ini memiliki makna sebagai berikut, Chun : Bersama, Lik : Kekuatan dan She : Perkumpulan, yayasan ini di singkat menjadi CLS. Agar olahraga Bola basket ini dapat berkembang akhirnya yayasan ini membangun lapangan Bola Basket di jalan Indrapura Surabaya. Ini merupakan lapangan Bola Basket outdoor pertama di Kota Surabaya. Lapangan bersejarah ini di dirikan pada tahun 1949.

Baca : Nostalgia Di Taman Remaja Surabaya

Setelah pemerintahan Orde Baru berkuasa, terjadi pelarangan terhadap penggunaan bahasa asing. Oleh karena itu nama CLS berubah menjadi Cahaya Lestari Surabaya, hingga saat ini.

Pada akhir tahun 80-an olahraga Bola basket mulai mendapatkan perhatian dari masyarakat Indonesia. Olahraga ini mulai di ajarkan di sekolah-sekolah sebagai pelajaran ekstra kulikuler. Boming dari olahraga Bola basket ini ketika era TV swasta juga mulai marak menyiarkan tayangan olahraga Bola Basket dari Amerika, yaitu NBA. Saat itu club Bola Basket Chicago Buls, Phoenik Suns, dan lainnya sangat terkenal di Indonesia. Michael Jordan salah satu pemain dari Chicago CBuls adalah pemain yang di gemari oleh masyarakat Indonesia.

Karena olahraga Bola basket semakin di gandrungi oleh masyarakat, akhirnya pada tahun 1990 Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI)-Jatim memberikan mandat kepada yayasan CLS untuk bisa mendirikan lapangan Bola Basket dengan taraf internasional. Lapangan Bola basket ini berjenis Indoor dan memiliki luas sebesar 4000m-persegi. Lapangan ini kemudian di beri nama Gelanggang OlahRaga (GOR) CLS atau di kenal juga dengan sebutan GOR Kertajaya.

Pada tahun 1994 akhirnya pemerintah menggulirkan Kompetisi Bola Basket Utama (Kobatama). CLS Knights Surabaya pada saat itu menjadi salah satu tim yang layak di perhitungkan. Perusahaan Rokok Wismilak menjadi sponsor utama dari tim ini. Sehingga namanya menjadi CLS Wismilak Surabaya. Meskipun belum pernah menjadi juara, namun banyak pemain nasional Indonesia yang berasal dari CLS Wismilak.

Sayangnya setelah era Kobatama usai dan berganti menjadi kompetisi National Basketball League (NBL) prestasi CLS Knights Surabaya semakin anjlok. Hal ini di karenakan semakin meratanya kemampuan teknik bermain bola basket dari tim-tim lain. Bahkan tim bola basket kebanggaan warga Kota Surabaya ini hanya menduduki peringkat 9 dan 10 dari keseluruhan klasemen. Selain prestasi, bobroknya manajemen di tengarai juga menjadi faktor penyebab utama anjlognya prestasi CLS. Akibatnya banyak pemain jagoan dari CSL Knights Surabaya ini pindah ke tim lain.

Baca : Kaza Bowling Alley Surabaya, Olahraga Dan Rekreasi

Akhirnya pada tahun 2007, datanglah seorang dewa penolong datang untuk membangkitkan kembali CLS Knights Surabaya dari keterpurukannya. Seorang Christoper Tanuwidjaja atau lebih di kenal dengan nama Itop datang dengan membawa perubahan yang cukup berarti. Pada tahun krusial ini terjadi perombakan tim dan manajemen. Banyak pemain muda di datangkan dari daerah lain untuk di kombinasikan dengan pemain binaan dari CLS sendiri.

Berkat tangan dingin Itop, CLS Knights Surabaya mulai bangkit dari tidurnya. Beberapa pemain bintang juga di datangkan untuk mengisi dari tim yang bermarkas di Kertajaya ini. Mario Wusyang, Febri Utomo dan Sandi Kusuma, saat itu menjadi starting five dari tim CLS. Perlahan namun pasti akhirnya CLS Knights Surabaya mulai menanjak prestasinya.

Puncak prestasi dari CLS Knights Surabaya ini terjadi pada tahun 2016 kemarin. Dengan di isi pemain-pemain hebat di tambah pemain naturalisasi Jamarr Andre Johnson, akhirnya juara Indonesia Basketball League (IBL) berhasil di raihnya. Proses untuk menjadi juara IBL 2016 ini harus dilalui CLS Knights Surabaya dengan sangat sengit. Tim asal Kota pahlawan ini harus bertarung dengan Pelita Jaya Energi Mega Persada di Britama Arena – Mahaka Square. Pertandingan berjalan dengan cukup dramatis dan penuh dengan ketegangan. Hingga akhirnya CLS Knights Surabaya mengakhiri pertandingan final ini dengan skore 67-61 di game ketiga. Dan inilah pencapaian tertinggi dari CLS Knights Surabaya yang notabenenya merupakan cikal bakal olehraga Bola basket di Indonesia. (Yanuar Yudha)

Foto: instagram.com(@clsknight)

About Kabar Surabaya

Check Also

museum-tugu-pahlawan-surabaya

Museum Tugu Pahlawan Surabaya, Saksi Bisu Perjuangan Arek-Arek Suroboyo

Museum Tugu Pahlawan Surabaya, Saksi Bisu Perjuangan Arek-Arek Suroboyo Kabar Surabaya – Museum Tugu Pahlawan …