Home / Reportase Khusus / Ekspedisi Kalimas Surabaya , The Surabaya Begin

Ekspedisi Kalimas Surabaya , The Surabaya Begin

penyusuran-kalimas-surabayaEkspedisi Kalimas Surabaya , The Surabaya Begin

Kabar Surabaya – Ekspedisi Kalimas Surabaya , The Surabaya Begin – Peradaban suatu wilayah biasanya di mulai dari pinggiran sungai. Sejarah telah membuktikan bahwa daerah yang berada di pinggir sungai akan lebih cepat berkembang dan maju di bandingkan dengan daerah yang jauh dari sungai. Tengok saja Mesir dengan sungai Nil-nya, yang telah di catat oleh sejarah sebagai peradaban tertua di muka bumi ini. Lantas, bagaimana dengan Kota Surabaya yang memiliki sungai Kalimas…?. Hal inilah yang melatar belakangi Kabar Surabaya untuk membentuk Tim Ekspedisi Kalimas Surabaya , “The Surabaya Begin”.

Sejarah dari nama dari Kota Surabaya sendiri tidak lepas dari peran sungai Kalimas. Sungai Kalimas menjadi tempat bertarungnya dua sosok mitologi Sura (ikan Hiu) dan Baya (Buaya) untuk memperebutkan wilayah kekuasaan. Versi kedua ini terkait dengan sosok Adipati Jayenggrono yang memimpin di daerah pinggir kalimas. Kedigjayaan Adipati Jayenggrono yang telah menguasai ilmu buaya dianggap mengancam kekuasaan Kerajaan Majapahit. Hal ini membuat Kerajaan Majapahit mengutus Sawunggaling yang memiliki kanuragan ilmu Sura untuk mengalahkan Adipati Jayenggrono. Lalu terjadilah pertarungan adu kedigjayaan antara kedua pendekar ini. Perang ini berlangsung dengan memakan waktu selama tujuh hari tujuh malam di tepi Kalimas dan kisah ini berakhir dengan kematian keduanya.

Baca : AIESEC International, Organisasi Pemuda Antar Bangsa

Pada jaman pendudukan Belanda, VOC telah membuat sungai Kalimas telah menjadi kawasan lalu lintas perindustrian yang sangat ramai. Di sepanjang Kalimas, saat itu banyak terdapat pabrik yang memanfaatkan sungai Kalimas sebagai media untuk transportasi dan akomodasi barang – barangnya. Sehingga sungai Kalimas benar – benar menjadi pusat perekonomian dan pusat pemerintahan pada jamannya. Hal ini bertahan hingga tahun 1950-an.

Panjang sungai Kalimas mencapai 12 kilometer, mulai dari Kelurahan Wonokromo sampai Kelurahan Semampir. Saat itu Sungai Kalimas di bagi 2 wilayah, yaitu Westerkade Kalimas (sebelah barat Kalimas) dan Osterkade Kalimas (sebelah timur Kalimas). Penamaan bagian tersebut berdasar atas letak wilayah. Dimana wilayah barat sungai menjadi pusat pemerintah Belanda, sementara kawasan timur sungai menjadi kawasan perdagangan. Wilayah timur membentang dari kawasan Kembang Jepun, Cantikan, Kapasan, hingga Ampel. Sungai Kalimas melewati 8 kecamatan (dari total 31 kecamatan) dan 15 kelurahan.

Misi dari Tim Ekspedisi Kalimas Surabaya yang di lakukan oleh Kabar Surabaya ini adalah untuk mencoba  menemukan sisa – sisa kekuatan ekonomi yang mungkin masih ada di sekitar pinggir sungai Kalimas. Tim dari Ekspedisi Kalimas Surabaya ini adalah  Cak Boni (Ketua KIM Kota Surabaya), Cak Anof  (Anggota KIM Kelurahan Mojo – Surabaya), Ning Etha dan Ning Devina (Photografer), Tim ini didampingi oleh Cak Ipung (penulis Surabaya punya cerita) dan beberapa kawan Blogger yang berkesempatan melakukan liputan Ekspedisi Kalimas Surabaya ini.. Panjang Rute dari Ekspedisi Kalimas Surabaya ini akan memakan jarak sepanjang kurang lebih 5,5 kilometer.

Baca : Tanggapi Ahok, Sinyal Risma Bakal Ke Jakarta…? 

Tim Ekspedisi Kalimas Surabaya ini melakukan start pada hari Minggu (14/0//2016) dari Sentra PKL Taman Bungkul Surabaya, setelah terlebih dahulu sarapan dengan menu pecel semanggi. Walaupun Tim Ekspedisi Kalimas Surabaya ini berangkat mundur 2 jam dari rencana awal yang jam 06.00 wib, namun tidak menyurutkan semangat anggota Tim untuk memulai ekspedisi. Dengan semangat ’45, tepat pukul 08.00 wib tim kecil ini bergerak ke arah sungai Kalimas.

Dari Darmokali, Tim Ekspedisi Kalimas Surabaya berjalan ke selatan masuk ke arah gang kampung lalu menuju ke jln. Inspeksi Jasa Tirta mendatangi “Trethek Bungkuk” ( dalam bahasa Jawa Trethek berarti Jembatan). Setelah melewati jembatan, suasana kampung stren kali mulai dirasakan oleh para anggota Tim Ekspedisi Kalimas Surabaya. Dari komplek perumahan yang saling sesak berhimpitan, rumah burung dara yang di tempatkan di atas pepohonan, hingga suasana warga memulai rutinitas di waktu pagi ,terekam oleh anggota Tim.

Di jln.Ngagel Tim Ekspedisi Kalimas Surabaya menemukan industri rumahan yang bergerak di bidang sablon. Industri ini di tengarai sudah berdiri cukup lama dan pada saat di temui.  ereka sedang menyiapkan banner ukuran 6 meter untuk di sablon. Normalnya jika ukuran lebih dari 3 meter , biasanya cetakan akan di lakukan dengan mesin printing.

Sewaktu Tim Ekspedisi Kalimas Surabaya menyusuri gang kecil di pemukiman stren kali, dari jauh tercium  harum wangi kopi. Segera anggota Tim bergegas menuju untuk mencari lokasi bau harum tersebut. Ternyata bau tersebut berasal dari warga yang sedang menyangrai biji kopi dengan dengan komposisi 2 kg biji kopi 0,5 kg beras. Digoreng sampai hitam lalu digiling.

Baca : AIESEC International, Organisasi Pemuda Antar Bangsa

Sisa – sisa pesatnya perekonomian di kawasan sungai Kalimas berhasil di temukan oleh Tim Ekspedisi Kalimas Surabaya di kawasan Dinoyo, tepatnya selatan Pegadaian Dinoyo.. Di sini Tim menemukan Pabrik Tahu yang sudah berdiri sejak tahun 1953. Pabrik ini di miliki oleh nyonya Riana dan saat ini sudah di jalankan oleh generasi ketiga dari keluarganya.

Sebuah Rumah Susun atau Flat tua yang di perkirakan di bangun pada periode tahun 1950-an – 1960an juga berhasil di temukan oleh Tim Ekspedisi Kalimas Surabaya. Flat ini terletak di jalan Irian Barat. Flat bertingkat 3 ini merupakan milik PT DOK ( sekarang PT PAL) dan PTPN (sekarang PT Perkebunan). Lokasi ini merupakan etape terakhir dari Ekspedisi Kalimas Ke -1.

Penelusuran Tim Ekspedisi Kalimas Surabaya ini, masih akan di lanjutkan pada perjalanan ke-2, yang rencananya akan berakhir di Dermaga Kalimas Surabaya. Bagaimana kawan…anda berminat untuk gabung pada perjalanan selanjutnya…?. (Yanuar Yudha)

Reporter : Bobin

About Kabar Surabaya

Check Also

Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan Untuk Negeri

Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan Untuk Negeri Kabar Surabaya – Pertamina Solusi …