Home / Event / Festival Bulan Purnama Di Surabaya

Festival Bulan Purnama Di Surabaya

festival-bulan-purnamaFestival Bulan Purnama Di Surabaya Berikan Harapan Baru

Kabar Surabaya – Festival Bulan Purnama Di Surabaya Berikan Harapan Baru – Kota Surabaya adalah kota yang di huni oleh beragam etnis, dan mereka dapat hidup berdampingan tanpa ada yang merasa tersisihkan. Bahkan ketika ada suatu etnis melaksanakan perayaan tertentu, maka banyak masyarakat menikmati dan menonton beragam acara yang di selenggarakan oleh etnis tersebut. Pada Bulan September ini etnis Tiong Hoa di Kota Surabaya akan melaksanakan Festival Bulan Purnama di Surabaya. Festival Bulan Purnama di Surabaya yang dalam bahasa Tiong Hoa-nya adalah Tiong Chiu Jie ini selalu menarik perhatian bagi warga Kota Surabaya dan sekitarnya.

Perayaan Festival Bulan Purnama di Surabaya ini akan di laksanakan pada malam nanti (15 September 2016 ) di Klenteng Sanggar Agung yang berada di Komplek Taman Hiburan Pantai Kenjeran Baru Surabaya (Kenpark). Di klenteng sang terletak di bibir pantai ini masyarakat Tiong Hoa akan menyajikan beberapa pertunjukan yang bisa di nikmati oleh seluruh pengunjung yang hadir di tempat tersebut.

Baca : Pesona Thailand Di Patung Budha 4 Wajah Surabaya 

Festival Bulan Purnama di Surabaya ini akan menyuguhkan beragam pertunjukan yang berkaitan dengan seni budaya. Bukan hanya budaya dari Tiong – Hoa, melainkan juga budaya jawa yang kental dengan tariannya. Seperti halnya tahun kemarin Festival Bulan Purnama di Surabaya ini juga menyajikan pertunjukan seni dari beberapa suku yang ada diIndonesia seperti, Jawa (Solo), Minahasa, Madura, dan Bali, bahkan pada tahun 2010 silam festival ini menghadirkan Didi Kempot sebagai bintang tamunya.

Acara Festival Bulan Purnama di Surabaya akan di mulai pada pukul 18.00wib hingga larut malam. Di bawah naungan Patung Dua Naga dan Pesona Keanggunan dari Dewi Kwan Im para undangan yang hadir akan di suguhkan kue bulan yang merupakan kue tradisional dari kaum Tiong hoa yang khusus di nikmati pada Festival Bulan Purnama di Surabaya ini. Hal inilah yang menyebabkan kalau Festival Bulan Purnama ini juga di kenal sebagai Moon Cake Festival (Festival Kue Bulan). Kaum Tiong Hoa  mempunyai keyakinan bahwa dengan menyantap hidangan kue bulan, maka rejeki untuk satu tahun ke depan akan lebih melimpah lagi.

Baca :  Temple Of Heaven Surabaya

Beberapa festival yang telah di rancang dan akan di gelar di Festival Bulan Purnama di surabaya ini adalah Festival Lampion, Festival Barongsai, Festival Kue Bulan dan banyak lagi festival lainnya. Nantinya acara Festival Bulan Purnama di Surabaya ini akan di buka dengan penampilan Barongsai yang menari meliuk-liuk di hadapan para pengunjung dan di susul dengan beragam jenis kesenian tari. Tarian yang identik dengan Festival Bulan Purnama di Surabaya ini adalah tarian seribu tangan yang di usung oleh para penari – penari wanita cantik dengan lemah gemulai. Festival ini akan di tutup dengan di terbangkannya lampion – lampion yang berisi harapan (wish) dari warga Tiong Hoa yang merayakan Festival Bulan Purnama di Surabaya.

Baca : Sejarah Festival Bulan Purnama

Festival Bulan Purnama konon berasal dari cerita pada saat bumi masih memiliki 10 matahari. Hal ini tentu saja membuat suhu bumi terasa panas yang teramat tinggi. Pada masa pemerintahan Kaisar Yao,sekitar tahun 2000 SM, hiduplah pemanah terbaik yang bernama Hou Yi. Hou Yi lalu di perintah oleh kaisar Yao untuk memanah 9 matahari dari 10 matahari yang ada. Setelah 9 matahari lainnya telah dipanah dan hilang, Dewi Surga Barat menghadiahkan Hou Yi sebuah pil keabadian.

Pada Saat Hou Yi meninggalkan rumahnya, Chang Er, sang istri rupanya penasaran dan tertarik dengan aroma pil keabadian tersebut kemudian meminumnya. Setelah meminumnya ,tiba- tiba Chang Er bisa terbang. Ketika Hou Yi kembali ke rumah, sang istri takut, panik dan langsung pergi terbang ke bulan. Sesampainya di bulan, Chang Er kelelahan dan langsung memuntahkan pil yang dimakannya. Pil tersebut langsung berubah bentuk menjadi kelinci giok. Itulah sebabnya mengapa di bulan selalu ada bayangan mirip binatang kelinci.

Sejak saat itu Chang Er tidak pernah kembali ke bumi dan hidup abadi di bulan. Konon ceritanya, kecantikan Chang Er akan mencapai puncaknya pada masa Festival Bulan Purnama.  (Yanuar Yudha)

About Kabar Surabaya

Check Also

minggu-pertanian-pemkot-surabaya-2

Pemkot Surabaya Kembali Gelar Produk Pertanian

Pemkot Surabaya Kembali Gelar Produk Pertanian Kabar Surabaya – Kota Surabaya adalah kota metropolitan terbear …