Home / Kabar Surabaya / Kampung Kue Surabaya, Tempatnya Grosiran Kue Di Surabaya

Kampung Kue Surabaya, Tempatnya Grosiran Kue Di Surabaya

kampung-kue-rungkut-lor-surabayaKampung Kue Surabaya, Tempatnya Grosiran Kue Di Surabaya

Kabar SurabayaKampung Kue Surabaya, Tempatnya Grosiran Kue di Surabaya – Kota Surabaya adalah kota yang kaya akan aneka ragam kuliner. Kuliner ini ada yang berupa makanan berat ada pula yang makanan ringan seperti kue dan camilan. Di Kota Surabaya terdapat sentra penghasil kue basah yang cukup tersohor. Lokasi ini bukanlah sebuah pabrik atau tempat usaha yang cukup besar. Melainkan sebuah gang kecil di kawasan Surabaya Timur yang sangat padat penduduk. Lokasi ini di kenal dengan nama Kampung Kue Surabaya.

Kampung Kue Surabaya ini sangat mudah di kenali dengan gapura selamat datang yang berwarna putih yang bertuliskan Kampung Kue Surabaya. Pada bagian atas terdapat pula sebuah logo dari perusahaan tepung Bogasari sebagai sponsornya.Di bawah tulisan Kampung Kue terdapat terdapat alamat asli dari gang ini, yaitu Jalan Rungkut Lor gang II. Surabaya.  Ketika Kabar Surabaya datang ke kampung ini pada siang hari, suasananya tak ubahnya seperti kampung-kampung padat penduduk biasanya. “Coba besok anda datang pada pukul tiga dini hari, anda akan merasakan suasana yang sesungguhnya” tutur ibu Choirul Mahpuduah kepada Kabar Surabaya.

Baca : Kue Lapis Surabaya, Buah Tangan Untuk Keluarga

Merasa penasaran dengan penuturan dari ibu Choirul Mahpuduah (Di panggil warga dengan sebutan Mbak Irul), Kabar Surabaya rela untuk bangun lebih pagi. Tim Kabar Surabaya tiba di Kampung Kue Surabaya tepat pada pukul 02.45wib. Ternyata benar apa kata Mbak Irul, di kala semua warga Kota Surabaya masih tertidur lelap, namun tidak di Kampung Kue Surabaya ini. Di sini, denyut kehidupan telah berlangsung dengan penuh keringat. Sungguh sebuah pemandangan yang sangat luar biasa.

Kebanyakan warga yang tinggal di kawasan Kampung Kue Surabaya ini merupakan warga pendatang. Mereka mengontrak di rumah-rumah yang berukuran kecil dan sebagian juga tinggal di kamar kos-kossan yang berukuran lumayan sempit. namun hal itu tidak menyurutkan mereka untuk meraih rupiah demi rupiah. Beberapa kali Kabar Surabaya di ajak melihat secara dekat beberapa keluarga pembuat kue ini. Tampak para istri yang di bantu suaminya mengolah berbagai bahan kue untuk di jadikan sajian yang menggugah selera. Dari beberapa tempat yang kami singgahi, beberapa kali itu pula kami sempat mencicipi kue buatan rumahan ini. Rasanya benar-benar enak dan lezat, tidak kalah dengan kue-kue yang di hasilkan oleh toko kue ternama.

Selepas Subuh, terlihat beberapa motor yang di lengkapi oleh gerobak di belakanya mulai memasuki gang di Kampung Kue Surabaya ini. Para pengendara motor ini adalah para pengepul yang menjadi pelanggan di Kampung Kue Surabaya. Dari merekalah kue-kue produksi Kampung Kue Surabaya ini tersebar ke seluruh antero Kota Surabaya. Ada yang di lempar ke pasar-pasar tradisional, toko kue atau ada juga yang di jajakan langsung di kawasan Pabrik SIER (Surabaya Industrial Estate).

Baca : Legitnya Kue Rangin Surabaya

Choirul Mahpuduah sebagai penggagas dari kampung kue Surabaya ini menjelaskan, bahwa pada awalnya warga di Rungkut Lor Gang II ini banyak yang terjerat oleh rentenir. Panghasilan yang pas-pasan dari menjadi buruh pabrik seakan tidak cukup membiayai kebutuhahan hidup tinggal di Kota Surabaya ini. Untuk membantu kebutuhan suami, biasanya para ibu membuat kue untuk di jual di pasar. Namun penjualan kue ini masih belum terkoordinir seperti saat ini. Penjualan masih di lakukan sendiri-sendiri.

Melihat hal demikian akhirnya Mbak Irul mulai gerakannya untuk meng-koordinir semua pembuat kue yang ada di kampung Kue Surabaya. Akhirnya warga sepakat untuk membuat kelompok. Salah satu aturan di kelompok ini adalah antara pembuat kue, tidak ada yang membuat kue yang berjenis sama. Jadi apabila ibu A sudah membuat kue lemper, maka yang lain tidak boleh membuat kue yang sama. Dan ibu A hanya dapat membuat kue lemper saja.

Bagi warga yang mau bergabung dengan kelompok ini, harus membayar Rp 50ribu rupiah dan iuran bulanan sebesar Rp 5ribu rupiah. Rata-rata harga kue yang di jual di Kampung Kue Surabaya ini berkisar antara Rp 800 hingga Rp 3500.  Saat ini jumlah anggota dari pembuat kue ini berjumlah tidak kurang dari 60 orang. Tiap harinya para pembuat kue ini bisa menghasilkan antara Rp 100.000 hingga Rp 200.000 setiap hari. Suatu keuntungan yang luar biasa bukan…?. Biasanya para pembuat kue ini bisa menghasilkan kue sebanyak 400 hingga 600 buah perhari. Jika anda suka membeli kue yang di jajakan di pinggir jalan pada pagi hari, mungkin sebagian kue tersebut adalah bikinan dari Kampung Kue Surabaya.  (Yanuar Yudhatama)

About Kabar Surabaya

Check Also

gambar-artikel

Suroboyo Bus, Trnasportasi Modern Kota Surabaya

Suroboyo Bus, Trnasportasi Modern Kota Surabaya Kabar Surabaya – Kondisi Lalu lintas Kota Surabaya semakin …