Home / Sejarah / Kampung Reog Surabaya, Pelopor Kesenian Reog Surabaya

Kampung Reog Surabaya, Pelopor Kesenian Reog Surabaya

kampung-reog-kertajaya-surabayaKampung Reog Surabaya, Pelopor Kesenian Reog Surabaya

Kabar SurabayaKampung Reog Surabaya, Pelopor Kesenian Reog Surabaya – Kalau mendengar kata Reog, pasti kita langsung terbayang akan topeng kepala harimau yang berukuran sangat besar. Topeng kepala harimau ini di sebut juga Dadak Merak (Barongan) yang mempunyai ukuran sangat besar. Bahkan berat bobotnya sendiri mencapai 50kg hingga 60kg. Beban seberat itu harus di bawa oleh penari utama dengan cara di panggul di pundak dan menyangganya di leher serta menahan topeng tersebut dengan kekuatan gigitan.. Tanpa latihan secara khusus, mustahil orang biasa bisa membawa topeng kepala harimau seberat itu.

Reog adalah kesenian daerah asli Indonesia yang berasal dari Kota Ponorogo Jawa Timur. Namun dalam perkembangannya kesenian ini tersebar merata hingga ke penjuru tanah air. Banyak kita temui di berbagai daerah, berdiri kampung Reog. Di Kota Surabaya juga terdapat satu kampung  yang bernama Kampung Reog Surabaya.

Baca : Legenda dari Gunung Anyar Surabaya

Kampung Reog Surabaya ini terdapat di kawasan Gubeng Surabaya. Sangat mudah menemukan Kampung Reog Surabaya ini. Dari jalan Kertajaya setelah rel kereta api layang anda bisa berjalan pelan. Kurang – lebih 500 meter dari rel anda akan menemukan sebuah gang yang terdapat patung Reog kepala harimau yang berwarna hijau tua.

Di Kota Surabaya sendiri, Kesenian Reog ini selalu mendapatkan tempat hampir di setiap pertunjukan kesenian. Apalagi jika ada event kegiatan yang mengundang tamu asing dari luar negeri. Pertunjukan Reog selalu di tampilkan dan mengundang decak kagum dari para penonton. Apalagi bila ada salah satu tamu bersedia dan berani untuk naik di atas kepala harimau tersebut.

Di Kampung Reog Surabaya ini terdapat Sanggar Reog Surabaya yang bernama Sanggar Tari Singo Mangku Joyo. Sanggar tari ini , termasuk dalam legenda kesenian Kota Surabaya. Hal ini di karenakan mereka telah berdiri sejak tahun 1951. Sanggar Reog Surabaya ini beralamatkan di Jalan Gubeng Kertajaya V / No 8 Surabaya.

Saat ini Sanggar Reog Mangku Joyo yang berada di Kampung Reog Surabaya ini telah di kelola oleh generasi ketiga. Sugianto sang pengelola menyatakan bahwa semua perlengkapan kesenian Reog miliknya, mulai dari Kepala Harimau, Kuda Lumping dan topeng-topengnya adalah buatannya sendiri.

Baca :  Masjid Rahmat Surabaya , Karya Agung Sunan Ampel

Generasi pertama dari Kampung Reog Surabaya ini adalah ayahnya yang bernama Wagiyo yang berasal dari Kota Ngawi. Di Kota Surabaya beliau membentuk Grup Reog Mangku Joyo ini. Lalu Grup Reog ini di serahkan kepada sang kakak yang bernama Padijoyo. Setelah sang kakak menderita sakit, tampuk pengelolaan Grup Reog Surabaya ini langsung di pegang oleh Sugianto.

Ketika di tanya rahasianya mengapa penari Dadak Merak bisa mengangkat beban seberat lebih dari 50kg, Sugianto hanya tersenyum. Menurutnya terdapat latihan fisik dan spiritual yang harus di lakoni oleh penari Dadak Merak tersebut. Latihan fisik yang harus di jalani adalah mengangkat batang bambu yang berisi besi cor. Bambu tersebut harus di angkat dengan cara di gigit. Dengan posisi mirip sit-up sang penari harus bergerak naik-turun sambil mengangkat beban tersebut.

Untuk latihan spiritual, biasanya di lakukan dengan cara berpuasa selama 3 hari. Pada puasa hari pertama dan kedua penari Dadak Merak hanya boleh makan nasih putih dan minum air putih. Pada hari ketiga harus berpuasa penuh (24jam tidak makan dan minum)

Sanggar Reog Surabaya Mangku Joyo ini memiliki 3 unit Topeng Kepala harimau yang terbuat dari kulit harimau asli. “Sekarang ini sangat sulit mendapatkan kulit harimau, karena sudah termasuk binatang yang di lindungi” terang Sugianto. ” jadi kami benar-benar melakukan perawatan lebih terhadap topeng kepala harimau ini” imbuhnya. Selain kulit harimau, juga di butuhkan ratusan bulu burung merak asli yang di pasang satu-persatu sebagai penghias topeng kepala harimau.

Baca : Sepenggal Cerita, Sejarah Gerbong Maut Di Surabaya

Kampung Reog Surabaya ini mempunyai 40 anggota penari yang siap tampil kapanpun saat di butuhkan. Latar belakang dari Grup Reog Surabaya ini bermacam-macam. Mulai dari kuli bangunan, tukang parkir, pengayuh becak dan lain-lain.

Biasanya dalam satu grup pertunjukan, terdiri dari satu atau lebih dari penari kepala harimau yang di sebut Barongan, pasukan kuda lumping yang di sebut Jathil, Tokoh manusia dengan ciri khas berkumis tebal dan membawa cambuk yang di sebut Warok, Bujang ganong yang ciri memakai topeng dan berpenampilan jenaka dan terakhir adalah Klono Sawendono yang merupakan sosok raja dengan senjata khasnya berupa cambuk.

Dengan gerakan yang terpadu dan rancak, para penonton tidak akan bosan untuk menikmati sajian Reog ini. Adakalanya di pertunjukan reog juga di bumbui oleh atraksi magis. Atraksi itu bisa berupa makan beling dan menusukkan benda logam ke tubuh penari. (Yanuar Yudha)

About Kabar Surabaya

Check Also

museum-tugu-pahlawan-surabaya

Museum Tugu Pahlawan Surabaya, Saksi Bisu Perjuangan Arek-Arek Suroboyo

Museum Tugu Pahlawan Surabaya, Saksi Bisu Perjuangan Arek-Arek Suroboyo Kabar Surabaya – Museum Tugu Pahlawan …