Home / Wisata / Kenali Penyakit Kanker Di Museum Kanker Surabaya

Kenali Penyakit Kanker Di Museum Kanker Surabaya

museum-kanker-indonesia-surabayaKenali Penyakit Kanker Di Museum Kanker Surabaya

Kabar SurabayaKenali Penyakit Kanker Di Museum Kanker Surabaya – Kanker itu apa sih? Lalu apa bedanya dengan Tumor? Mungkin masih banyak yang belum tahu. Tumor pada dasarnya adalah proses pembengkakkan yang diakibatkan karena adanya peradangan atau inflamasi  serta pertumbuhan jaringan abnormal yang ada di dalam tubuh. Tipe tumor berdasarkan pertumbuhannya dapat dibedakan menjadi tumor ganas dan tumor jinak. Nah, tumor ganas ini sering juga disebut dengan bersifat Kanker. Sedangkan pengertian dari kanker ialah suatu penyakit yang terjadi akibat pertumbuhan sel-sel jaringan tubuh yang abnormal, cepat dan tidak terkendali.

Baca : Museum Kematian Surabaya

Keberadaan museum sebagai tempat wisata menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Museum Kanker Indonesia yang beralamat di Jalan Kayon No. 16-18 Surabaya ini diresmikan pada tanggal 31 Oktober 2013. Museum Kanker ini didirikan oleh yayasan Wisnuwardhana dengan tujuan untuk mengajak masyarakat mengenali kanker, pencegahnnya serta bagaimana cara mengobati kanker.

Museum ini bisa dikatakan sebagai museum kanker pertama di Indonesia. Di museum ini terdapat sekitar 30 jaringan sel kanker yang menyerang organ tubuh. Masing-masing organ tubuh yang terserang kanker diletakkan di dalam toples kaca yang berisi cairan formalin. Alat peraga yang diawetkan ini terdiri dari sel kanker payudara, sel kanker tulang, sel kanker getah bening, sel kanker paru-paru, dan sel kanker lainnya. Selain itu juga ada poster yang berisi informasi mengenai jenis, gejala, dan penyebab kanker. Museum ini juga dilengkapi double headed microscop untuk melihat sel kanker

Target museum kanker ini ada 2 yaitu pertama para remaja menjadi pilihan karena kampanye pencegahan kanker akan jauh lebih berhasil. Yang kedua para ibu-ibu dengan rentang usia sekitar 30-40 tahun. Karena berdasarkan data statistik, penderita kanker serviks sudah dalam stadium lanjut dalam rentang usia ini. Hal ini dikarenakan sikap masyarakat yang kurang sadar terhadap diri sendiri serta takut dan enggan untuk ke dokter.

Museum Kanker Indonesia ini menyediakan informasi tentang jumlah penderita kanker serviks yang meninggal di seluruh dunia melalui alat hitung digital. Angka tersebut akan bertambah terus setiap saat untuk mengikuti jumlah penderita yang telah  meninggal dunia. Berdasarkan data WHO diperkirakan setiap tahun penderita kanker di Indonesia mencapai kurang lebih 15 ribu orang. Dari jumlah tersebut diagnosa setiap harinya sekitar 40 perempuan menderita kanker serviks dna 20 orang meninggal dunia. Kanker serviks ini merupakan penyebab kematian terbesar seperti halnya kanker payudara.

Baca : Serunya Berfoto di Museum De Mata Surabaya

Bukan hanya sekedar sebagai museum saja, tetapi juga sekaligus sebagai tempat konsultasi dan klinik. Disini anda bisa berkonsultasi tentang kanker dengan dokter-dokter yang kompeten di bidangnya.

Di sebelah kanan menghadap museum terdapat banner yang berisikan tanda tangan aktivis, relawan, dokter yang berkenaan dengan museum ini. Di belakang museum terdapat poster yang menjelaskan tentang sejarah perkembangan kanker. Bahkan melalui fosil, dikatakan sel kanker sudah ada sejak 80 juta tahun yang lalu. Dipamerkan juga obat-obat herbal dalam sebuah lemari kaca yang dapat mencegah kanker seperti cengkeh, ketumbar, jahe, pala, mengkudu, bawang putih, kunir putih, tapak dara, temulawak, dan bahan herbal lainnya.

Diharapkan dengan adanya Museum kanker Indonesia ini menyadarkan kita akan bahaya dari penyakit kanker. Dan juga pentingnya menjaga pola hidup yang baik dan sehat. Dengan begitu kita akan senantiasa terhindar dari berbagai penyakit. (Yanuar Yudha)

About Kabar Surabaya

Check Also

atalantis-land-kenjeran-surabaya-a

Atlantis Land Kenjeran, Wahana Hiburan Terbaru Di Tepi Pantai Surabaya

Atlantis Land Kenjeran, Wahana Hiburan Terbaru Di Tepi Pantai Surabaya Kabar Surabaya – Kemanakah warga …