Home / Wisata / Klenteng Sanggar Agung, Laksana Mahkota Pantai Kenjeran

Klenteng Sanggar Agung, Laksana Mahkota Pantai Kenjeran

klenteng-sanggar-agung-surabayaKlenteng Sanggar Agung, Laksana Mahkota Pantai Kenjeran

Kabar SurabayaKlenteng Sanggar Agung, Laksana Mahkota Pantai Kenjeran – Jika Bali memiliki pura yang bertengger di pesisir pantai, Surabaya juga memiliki klenteng yang berdiri kokoh di pinggir pantai. Kalau anda berjalan-jalan ke Pantai Ria Kenjeran, anda akan menjumpai banguan unik yang dibangun sejak 15 tahun silam.

Klenteng Sanggar Agung atau biasa di sebut juga klenteng Hong San Tang adalah sebuah klenteng yang ada di Kota Surabaya. Klenteng ini terletak di Jalan Sukolilo No. 100 Kenjeran, Surabaya. Klenteng Sanggar Agung ini menjadi tempat beribadah bagi jemaat Tridharma yaitu Budha, Tao, dan Kong Hu Cu. Klenteng biasanya identik dengan bangunan berwarna cerah seperti merah, kuning, dan hijau serta memiliki asitektur bergaya Tiongkok yang khas. Namun klenteng Sanggar Agung ini justru tak banyak memamerkan arsitektur ala Tiongkok. Klenteng Sanggar Agung memiliki keunikan tersendiri jika dibandingkan dengan bangunan klenteng lainnya. Klenteng Sanggar Agung malah memiliki ornamen-ornamen yang bernuansa Bali. Hal inilah yang kemudian menjadi daya tarik tersendiri para pengunjung.

Pengunjung yang datang ke klenteng ini tidak hanya datang untuk beribadah. Ada juga yang hanya sekedar mengunjungi dan melihat klenteng ini secara dekat ataupun ingin menggambil gambarnya. Klenteng Sanggar Agung ini menjadi obyek wisata yang menarik di kawasan Pantai Kenjeran Surabaya. Klenteng Sanggar Agung menjadi lebih ramai saat Tahun Baru Imlek atau Tahun baru China. Dimana saat itu masyarakat etnis Tionghoa sedang merayakan acara tahun baru China. Keberadaan Klenteng Sanggar Agung  menjadi lebih unik dikarenan lokasinya yang terletak di atas laut.

Baca : Jejak Sejarah Di Museum Surabaya

Klenteng Sanggar Agung Surabaya diresmikan tepat saat perayaan Tahun Baru Imlek pada tahun 1999. Pendirian klenteng ini merupakan keturunan dari keluarga Loe kim Soen yakni sebagai pendiri dan ayah Soetiadji Yudo yang tidak lain adalah pemimpin Sanggar Agung. Klenteng ini merupakan persembahkan kepada Nan Hi Guan Shi Yi Pu Sa atau Bodhsatwa Kwan Im Laut Selatan. Dia membangun klenteng ini dengan maksud untuk membawa semua semangat dalam spiritual seluruh umat Tridharma dan harapan guna menampilkan satu ikon baru untuk kota Surabaya.

Sebelum Klenteng Sanggar Agung di bangun, sebuah klentang kuno telah dibangun sekitar 500 meter di sebelah selatan lokasi Sanggar Agung sekarang. Klenteng kuno ini bernama Klenteng Kwan Kong Bio yang dibangun pada perayaan festival bulan purnama tahun 1978. Lokasi klenteng yang lama ini kemudian dipindahkan sebanyak tiga kali,  sampai akhirnya Sanggar Agung dibangun. Cukup menarik untuk menyimak arsitektur dari klenteng ini yang berbeda dan sangat khas. Perpaduan berbagai budaya tercermin dalam bangunannya yaitu antara Bali, Jawa, dan Tiongkok. Karena itulah banyak kemudian yang menganggap bangunan ini adalah pura jika hanya sepintas melihat gerbang masuknya yang bergaya etnis Bali.

Saat memasuki halaman Klenteng Sanggar Agung kita akan menemui beberapa sangkar burung yang di dalamnya terdapat aneka burung kecil. Hal ini di diperuntukkan untuk pengunjung atau jemaat yang berniat melakukan ritual buang sial atau ciswak dengan menebus harga burung tersebut sebesar Rp 1.000 per ekor.

Baca : Sehat Tak Harus Mahal ala Taman Lansia

Kemudian di bagian sisi kanan depan klenteng terdapat relief kayu yang berkisah tentang Sang Budha Gautama beserta relief tentang kisah kehidupannya waktu  anak-anak bersama ibu kandungnya . Pada bagian dalam ruangan sanggar terdapat altar utama dengan patung Budha yang berlatar belakang dinding dengan relief Budha berwarna emas. Untuk bagian altar utama dapat di jumpai beberapa arca Sang Budha dan dewa lainnya. Pada ruangan lain terdapat altar dengan ukuran yang kecil. Di halaman bagian belakang ada sepasang patung berbentuk naga bermotifkan ukiran pada bagian pintunya. Tidak jauh dari pintu itu dapat di jumpai 2 patung Singa Kilin berwarna putih yang terbuat dari marmer dan patung naga yang berwarna emas.

Pada bagian lain halaman belakang klenteng terdapat patung Dewi Kwan Im Po Sat yang memiliki tinggi 20 meter dan 4 pelindungnya. Sedangkan pada sisi kiri serta kanan Patung putih Dewi Kwan Im di dapati dua patung dewa naga yang masing-masing panjangnya mencapai 2 meter. Berhadapan dengan lokasi Sanggar Agung terdapat bangunan pelengkap ibadah lainnya yaitu stupa dan patung Maha Brahma yang tidak kalah indah dan megahnya.

Untuk menuju ke lokasi ini sangat mudah. Anda dapat menumpang kendaraan umum yang menuju Pantai Kenjeran. Atau juga bisa mengendarai kendaraan milik pribadi baik motor maupun mobil. Selain Klenteng Sanggar Agung, sajian alam Pantai Ria Kenjeran dengan hutan bakau menjadi bonus panorama alam yang cantik di Surabaya bagian utara ini. Dan tidak salah kalau Klenteng Sanggar Agung ini laksana seperti Mahkota di kawasan Pantai Kenjeran Surabaya  (Yanuar Yudha)

About Kabar Surabaya

Check Also

taman-bulak-kenjeran-surabaya

Taman Bulak Kenjeran, Tempat Bermain Air Di Kali Surabaya

Taman Bulak Kenjeran, Tempat Bermain Air Di Kali Surabaya Kabar Surabaya – Taman Bulak Kenjeran, …