Home / Kabar Surabaya / Mulai 4 September Bayar Parkir Pakai E-Money

Mulai 4 September Bayar Parkir Pakai E-Money

parkir-pakai-e-moneyMulai 4 September Bayar Parkir Pakai E-Money

Kabar Surabaya – Mulai 4 September Bayar Parkir Harus Pakai E-Money – Ada sesuatu yang akan di terapkan di Kota Surabaya. Sesuatu yang baru ini berkaitan dengan penggunaan uang elektronik. Penggunaan uang elektronik atau yang biasanya di sebut dengan E-Money ini adalah sisitim pembayaran terbaru yang akan di terapkan. Penerapan E-money ini adalah untuk melakukan pembayaran parkir. Sebagaimana di ketahui bersama, bahwasannya Kota Surabaya dan beberapa kota besar lainnya di Indonesia ini memiliki permasalahan di bidang yang sama. Bidang tersebut adalah belum tuntasnya pencetakan E-KTP dan ruwetnya permasalahan di bidang sistim per-parkiran. Di bidang parkir ini masalah terbesarnya adalah masih adanya parkir liar yang terjadi dan masih adanya kenakalan petugas parkir yang menarik tarif parkir se-enaknya. Untuk mengatasi hal tersebut mulai bulan September ini Pemerintah Kota Surabaya segera menerapkan pembayaran Parkir Pakai E-Money.

Pembayaran parkir pakai E-Money ini di harapkan bisa mengurangi kecurangan yang di lakukan oleh oknum petugas parkir di lapangan. Biasanya petugas parkir ini dengan seenaknya meminta tarif parkir melebihi dari nominal yang tertera di karcis parkir. Biasanya petugas parkir ini meminta tarif Rp 3.000 hingga Rp 5.000 untuk tarif parkir motor yang sebenarnya di karcis parkir tercetak hanya Rp 2.000. Sedangkan untuk tarif mobil, oknum petugas parkir ini meminta Rp 5.000 hingga Rp 10.000 untuk sekali parkir, padahal yang tercetak di tiket parkir hanya Rp 3.000. Selain itu, kasus yang ada adalah, banyaknya oknum petugas parkir yang tidak memberikan tiket parkir kepada pengendara. Padahal hal ini sejatinya adalah hak bagi pengguna kendaraan yang parkir.

Baca : Parkir Meter Surabaya, Sarana Parkir Untuk Masa Depan

Para pengendara ini sebenarnya paham akan haknya untuk mendapatkan tiket parkir. Hanya saja mereka tidak suka berdebat dengan oknum petugas parkir karena kuatir akan keamanan kendaraannya yang di parkir.

Berbagai keluhan tentang oknum petugas parkir ini telah banyak masuk ke Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perhubungan Kota Surabaya. Selain itu berbagai keluhan masyarakat ini juga banyak kita temukan di berbagai media sosial. Di latarbelakangi oleh maraknya kasus yang masuk, saat ini seperti kita ketahui bersama, bahwa Kota Surabaya saat telah mempunyai alat yang bernama Parkir Meter. Parkir Meter ini di harapkan mampu mengeliminasi atau bahkan menghilangkan cara-cara nakal yang selama ini kerap di lakukan oleh oknum petugas parkir.

Dengan alat Parkir Meter ini, petugas parkir yang ada di lapangan tidak akan lagi menerima uang tunai dari pengendara. Hal ini di karenakan alat Parkir Meter hanya menerima uang elektronik / E-Money. Dengan parkir Pakai E-Money ini tidak ada lagi cerita bahwa petugas parkir akan menarik tarif parkir di luar nominal yang tertera pada karcis parkir.

Untuk tahap pertama, alat Parkir Meter ini terdapat di sekitar Balai Kota Surabaya. Di lokasi tersebut terdapat 10 alat Parkir Meter yang siap untuk melayani pengguna parkir di lokasi Balai Kota Surabaya. Sebagaimana di ketahui bahwasannya Balai Kota Surabaya telah menjadi jujugan wisata bagi banyak masyarakat Surabaya. Di sana bisa kita lihat setiap sore banyak anak-anak dan orang tuanya yang menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan serta bermain sepatu roda di taman tepat di tempat Walikota Surabaya berkerja. Dan lokasi di seputar Balai Kota Surabaya telah menjadi lahan parkir umum yang sangat penuh. Di pinggir jalan Balai Kota ini pada jam kerja menjadi tempat parkir bagi para Pegawai Negeri Sipil (PNS) sedangkan pada sore hari di gunakan oleh masyarakat umum.

Baca : Pemkot Surabaya Mulai Mengoperasikan Bis Sekolah Surabaya

Dengan padatnya parkir kendaraan yang ada, tentunya ada banyak potensi pendapatan yang bisa di dapatkan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Dengan adanya alat Parkir Meter ini Dinas Perhubungan mengharapkan dapat meningkatkan pendapatan dari sektor parkir. Alat Parkir Meter ini sejatinya telah ada sejak tahun 2016. Namun penggunaannya masih sebatas sosialisasi saja. Prakteknya para pengendara tetap membayarkan uang tunai kepada petugas parkir, dan petugas parkirlah kemudian yang menginputnya ke alat Parkir Meter.

Namun pada hari Senin tanggal 4 September 2017 nanti petugas parkir di lapangan tidak akan lagi melayani pembayaran parkir oleh pengendara yang parkir di sekitar Balai Kota Surabaya. Karena nantinya masyarakat harus melakukan penginputan sendiri ke alat Parkir Meter. Nah…untuk bisa melakukan penginputan ke alat Parkir Meter ini pengguna parkir harus mempunyai E-Money. Karena pada tanggal 4 September 2017 di Balai Kota Surabaya, Parkir Pakai E-Money.

Penerapan sistim E-Money ini di lakukan untuk mendukung Gerakan Nasional Non Tunai yang telah di canangkan oleh Walikota Surabaya. Hal ini juga di lakukan untuk memudahkan pengawasan sistim parkir serta mencegah kebocoran yang sering terjadi. Efeknya tentu ada pada meningkatnya jumlah pendapatan di bidang parkir ini.

Untuk memudahkan masyarakat dalam sosialisasi ini, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Perhubungan akan menyediakan kartu E-Money di lokasi parkir. Paket E-Money ini akan di jual ke masyarakat dengan paket terendah sebesar Rp 20.000 hingga Rp 35.000. Ada 5 bank yang akan mengeluarkan kartu E-Money ini, yaitu : Bank BRI dengan kartu Brizzi, Bank BNI dengan kartu BNI Top Cash, Bank Mandiri dengan nama Mandiri E-Money, Bank Jatim dengan kartu Bank Jatim Flazz dan Bank BCA dengan kartu BCA Flazz. (Yanuar Yudha)

About Kabar Surabaya

Check Also

Unjuk-Rasa-Sopir-Angkutan-Kota

Kekompakan Pemkot Dan Warga Kota Surabaya Teruji Pada Saat Unjuk Rasa Sopir Angkutan Kota

Kekompakan Pemkot Dan Warga Kota Surabaya Teruji Pada Saat Unjuk Rasa Sopir Angkutan Kota Kabar …