Home / Sejarah / Museum Bank Indonesia Surabaya, Saksi Sejarah Perbankan Indonesia

Museum Bank Indonesia Surabaya, Saksi Sejarah Perbankan Indonesia

museum-bank-indonesia-surabayaMuseum Bank Indonesia Surabaya, Saksi Sejarah Perbankan Indonesia

Kabar SurabayaMuseum Bank Indonesia Surabaya, Saksi Sejarah Perbankan Indonesia – Berwisata di Surabaya kota lama, tidaklah lengkap tanpa ber wisata ke Museum Bank Indonesia Surabaya. Museum ini terletak di wilayah Surabaya Utara, dan nama awal gedung ini adalah De Javasche Bank. Museum ini terletak di Jalan Garuda No 1 yang tempatnya tidak jauh dari pusat perbelanjaan Jembatan Merah Plaza.

De Javasche Bank adalah bank yang didirikan oleh pemerintah Belanda pada tanggal 24 Januari 1828 dengan pusat di Batavia. Sedangkan di Surabaya, pemerintah Belanda membuka cabang De Javasche Bank pada 14 September 1829 dengan menempati gedung De Javasche Bank. Kantor BI ini pernah dikuasai oleh pemerintah kolonial Jepang pada tahun 1942. Dan De Javasche Bank itu baru beroperasi kembali pada 6 April 1946, setelah tentara Sekutu masuk dan berkuasa.

Baca : Ada Dunia Lain di Museum Santet Surabaya

De Javasche Bank berubah menjadi Bank Indonesia pada 1 Juli 1953. Dan untuk operasionalnya masih bertempat di gedung yang sama selama beberapa tahun. Sampai akhirnya pada tahun 1973, Bank Indonesia menempati kantor di Jalan Pahlawan 105 Surabaya. Hal ini karena gedung ini tidak cukup luas untuk operasional perbankan di Bank Indonesia. Sampai saat ini, Bank Indonesia masih bertempat di gedung BI Jalan Pahlawan 105 Surabaya.

Pada tahun 2012, gedung De Javasche Bank berubah menjadi salah satu bangunan cagar budaya milik Bank Indonesia (BI). Dan difungsikan untuk museum dan ruang pameran. Salah satu bagian dalam gedung ini yaitu bagian aula yang dapat menampung sekitar 500 orang. Ruangan ini dapat dipinjam oleh masyarakat umum dengan mengajukan permohonan ke pegelola untuk berbagai kegiatan seni, budaya dan pendidikan.

Gedung De Javasche Bank merupakan gedung yang terdiri dari 3 lantai. Dan yang digunakan sebagai museum dan ruang pamer adalah lantai dasar yang merupakan lantai bawah tanah atau basement. Ada beberapa ruangan yang berisi koleksi mata uang kuno, koleksi hasil konservasi dan koleksi pusaka budaya.

Di ruang koleksi uang kuno tersimpan berbagai macam koleksi uang kuno. Uang kuno ini sejak dari jaman Belanda baik uang kertas dan koin yang disimpan didalam etalase yang berjajar. Di ruang selanjutnya yaitu ruang koleksi benda konservasi. Disini tidak terlalu banyak barang. Hanya ada meja yang menampilkan beberapa bahan bagunan gedung De Javasche Bank seperti keramik dan genteng. Sebelum naik ke lantai 2, dapat dijumpai mesin-mesin yang digunakan di dunia perbankan kuno. Mesin tersebut berupa alat mesin pemotong uang, alat penghitung uang dan juga alat penghancur uang. Beberapa foto Surabaya tempo dulu juga ditampilkan dalam ruangan tersebut.

Baca : Apa Itu Chiropractic Hingga Menewaskan Allya Siska Nadya?

Di lantai 2, berupa aula yang saat ini sering digunakan untuk ruangan pameran seni dan budaya. Ruangan ini dapat digunakan oleh masyarakat umum dengan mengajukan surat peminjaman ruangan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Dahulunya, ruangan luas ini digunakan untuk aktivitas perbankan penyimpanan dan penarikan uang oleh nasabah.

Lantai 3 dari gedung ini berupa ruang Arsip. Namun ruangan ini tidak dibuka untuk umum dan hanya khusus untuk pegawai. Sehingga pengunjung museum hanya bisa sampai lantai 2 saja.

Museum bank Indonesia Surabaya ini buka setiap hari kecuali hari Senin dengan jam buka mulai pukul 8 pagi sampai dengan 4 sore. Untuk masuk ke museum ini, pengunjung tidak perlu membayar tiket masuk. Hanya mengisi buku tamu saja yang tersedia di meja resepsionis. (Yanuar Yudha)

About Kabar Surabaya

Check Also

museum-tugu-pahlawan-surabaya

Museum Tugu Pahlawan Surabaya, Saksi Bisu Perjuangan Arek-Arek Suroboyo

Museum Tugu Pahlawan Surabaya, Saksi Bisu Perjuangan Arek-Arek Suroboyo Kabar Surabaya – Museum Tugu Pahlawan …