Home / Sejarah / Museum Yos Sudarso, Sejarah KRI Macan Tutul

Museum Yos Sudarso, Sejarah KRI Macan Tutul

museum-yos-sudarso-surabayaMuseum Yos Sudarso, Sejarah KRI Macan Tutul

Kabar SurabayaMuseum Yos Sudarso, Sejarah KRI Macan Tutul – Tempat wisata di kota Surabaya sangatlah banyak, apalagi destinasi historical yang ada di Kota Pahlawan ini. Sangatlah wajar jika Kota ini akhirnya mendapatkan julukan sebagai Kota Pahlawan. Karena itulah pada masa silam di Kota Surabaya terdapat seorang pejuang tokoh pergerakan nasional yang telah melakukan kegiatan heroiknya untuk membela ibu pertiwi. Kota Surabaya adalah saksi historis dari pertempuran luar biasa antara Arek Suroboyo dengan pasukan Belanda. Kala itu pertempuran hebatnya dipimpin oleh Bung Tomo.

Kini banyak pilihan lokasi wisata saat berkunjung ke Kota Surabaya. Wisata  sejarah yang ada menarik ribuan orang untuk mengunjungi kota Surabaya selama liburan dan menghabiskan waktu luang mereka menelusuri tempat-tempat bersejarah dan menikmati hiburan yang ditawarkan oleh kota pahlawan ini. Salah satu wisata sejarahnya yaitu Museum Yos Sudarso.

Baca : Museum Bank Indonesia Surabaya, Saksi Sejarah Perbankan Indonesia

Monumen dan Museum Yos Sudarso terletak di area KOBANGDIKAL (Komando Pengembangan dan Pendidikan Angkatan Laut) – Bumimoro, kawasan Morokrembangan Surabaya. Monumen dari Yos Sudarso ini melengkapi keberadaan dari monumen dan museum TNI AL di Surabaya. Beberapa diantaranya adalah Monumen Jalesveva Jayamahe (Monjaya), Monumen Kapal Selam (Monkasel), dan Museum Loka Jala Crana.

Monumen Yos Sudarso dibangun untuk mengenang peristiwa pertempuran laut Arafuru (15 Januari 1962). Pertempuran ini melibatkan antara tiga kapal TNI AL yaitu KRI Macan Tutul, KRI Macam Kumbang, dan KRI Harimau melawan dua kapal destroyer milik Belanda. Dalam pertempuran tersebut Komodor Yos Sudarso yang kala itu berada di KRI Macan Tutul mengambil alih pimpinan dan bermanuver memberikan perlawanan terhadap kedua kapal Belanda itu sekaligus mengalihkan perhatian agar kapal Belanda terpusat pada KRI Macan Tutul. Dengan begitu KRI Harimau dan Macan Kumbang diselamatkan. Tetapi KRI Macan Tutul tenggelam bersama Komodor Yos Sudarso dan 25 awak kapal. Pada detik – detik terakhir pertempuran Laut Arafuru, Komodor Yos Sudarso menyampaikan pesan tempurnya melalui radio telpon yang berbunyi, “Kobarkan semangat pertempuran” dan gugurlah Pahlawan Nasional Yos Sudarso.

Di Monumen Yos Sudarso yang diresmikan pada tahun 2015 sebagai museum ini, wisatawan bisa menikmati sejarah perkembangan Angkatan Laut di Indonesia dan alusista lautnya. Pada lantai satu misalnya adalah ruang auditorim dan videorama. Di sini para pengunjung dapat mengetahui lintas sejarah TNI Angkatan Laut dan profil perjuangan Komodor Yos Sudarso. Selain itu, para pengunjung dapat juga berfoto dengan patung manekin yang mengenakan seragam TNI Angkatan Laut di sini.

Lalu di lantai dua, ada dua tempat yang dapat dikunjungi, indoor dan outdoor. Di Lantai dua indoor, para pengunjung dapat melihat 8 buah diorama perjuangan rakyat Indonesia dalam perebutan kembali Papua Barat dari tangan Belanda. Diorama ini menceritakan sejarah itu mulai dari konferensi meja bundar di Den Haag, Belanda pada tahun 1949, pembacaan Tri Komando Rakyat (Trikora) oleh Presiden Soekarno pada tahun 1961.

Baca : Ada Dunia Lain di Museum Santet Surabaya

Ada pula sejarah pertempuran di laut Aru pada 1962 yang menewaskan Yos Sudarso beserta tenggelamnnya kapalnya KRI Macan Tutul. Serta proses Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) pada tahun 1969 yang mengembalikan Papua Barat ke tangan Indonesia. Beralih ke suasana outdoor di lantai yang sama, pengunjung dapat menikmati 19 relief yang menceritakan perkembangan alusista TNI Angkatan Laut.

Dari sini, para pengunjung juga dapat melihat patung besar Komodor Yos Sudarso yang menjulang di tengah bangunan. Selanjutnya adalah area taman, tempat diselenggarakannya berbagai acara. Dengan semakin banyaknya destinasi wisata baru ini, masyarakat Kota Surabaya akan semakin mendapatkan banyak variasi pilihan untuk berkunjung ke tempat wisata. Terutama obyek wisata yang terletak dikawasan militer TNI Angkatan Laut.

Masyarakat harus sadar sepenuhnya  bahwasanya kebesaran Indonesia tidak pernah terlepas dari adanya Angkatan Laut. Sejak zaman kebesaran Kerajaan Majapahit pun, juga telah di dukung oleh armada kapal-kapal perang yang sangat tangguh. Yang bisa dilakukan untuk mewariskan nilai-nilai kejayaan itu adalah cerita-cerita yang digambarkan melalui museum. Melalui benda-benda yang digunakan pada saat itu, masyarakat akan mengetahui bagaimana sejarah perkembangan bangsa, terutama Angkatan Laut. (Yanuar Yudhatama)

About Kabar Surabaya

Check Also

museum-tugu-pahlawan-surabaya

Museum Tugu Pahlawan Surabaya, Saksi Bisu Perjuangan Arek-Arek Suroboyo

Museum Tugu Pahlawan Surabaya, Saksi Bisu Perjuangan Arek-Arek Suroboyo Kabar Surabaya – Museum Tugu Pahlawan …