Home / Sejarah / Patung Joko Dolog Surabaya Yang Sarat Sejarah

Patung Joko Dolog Surabaya Yang Sarat Sejarah

patung-joko-dolog-surabayaPatung Joko Dolog Surabaya Yang Sarat Sejarah

Kabar SurabayaPatung Joko Dolog Surabaya Yang Sarat Sejarah – Sebagai kota metropolitan terbesar kedua setelah Jakarta. Kota Surabaya juga terus menggalakkan pembangunan infrastruktur di segala bidang. Bila kita lihat saat ini, pembangunan Kota Surabaya sudah merambah ke daerah pinggiran kota. Sehingga dalam 10 tahun ke depan akan susah di bedakan mana yang daerah pusat kota maupun pinggiran kota. Hal ini di karenakan semua pembangunan fasilitas umum yang merata di semua wilayah. Namun, meskipun pembangunan infrastruktur masih terus di  galakkan, Kota Surabaya rupanya juga tidak mau mengesampingkan unsur budaya tradisional yang merupakan warisan dari nenek moyang. Salah satu bukti kongkrit dari perhatian terhadap unsur budaya peninggalan nenek moyang ini adalah tetap di rawatnya Patung Joko Dolog Surabaya yang ada di kawasan tengah Kota Surabaya.

Situs Patung Joko Dolog Surabaya ini berada di Jl. Gubenur Suryo Kota Surabaya. Tepatnya ada di sekitar 200 meter belakang Taman Apsari. Anda bisa masuk juga melalui jalan di samping kantor Pos Simpang. Dari situ anda bisa langsung menemui lokasi dari Patung Joko Dolog Surabaya ini. Patung ini berada di dalam komplek yang mirip dengan taman. Lokasi ini dari kejauhan terlihat sangat teduh, dengan adanya pohon – pohon besar di dalamnya. Di sekeliling situs Patung Joko Dolog ini terdapat pagar besi yang melingkar dan ada pintu gerbang berbentuk candi Bentar sebagai pintu masuknya. Sayangnya pintu masuk dari patung Joko Dolog Surabaya ini tidak di buka untuk sehari – hari. Menurut Dinas Kebudayaan dan pariwisata Kota Surabaya, hal ini di lakukan untuk melindungi Patung Joko Dolog Surabaya itu sendiri. Karena patung Joko Dolog Surabaya adalah satu – satunya arca yang ada di Kota Pahlawan, meskipun bukanlah asli dari Kota Surabaya….loh kok bisa..?

Baca : Legenda dari Gunung Anyar Surabaya

Patung Joko Dolog Surabaya merupakan sebuah arca Budha Mahasobya dengan bentuk raut muka yang teduh dengan tangan yang membentuk formasi bhumispar, yaitu telapak tangan kiri tertutup seolah hendak menyentuh bumi. Selain Patung Joko Dolog Surabaya, di lokasi ini juga terdapat arca – arca lain yang ukurannya lebih kecil

Sebenarnya asal muasal dari Patung Joko Dolog Surabaya juga cukup rancu, ada yang mengatakan berasal dari Kota Malang, namun ada juga yang mengatakan berasal dari Kota Nganjuk. Kemudian pada saat pemerintahan Kerajaan Majapahit,  Patung Joko Dolog Surabaya ini di pindahkan ke daerah Kandang Gajah yang terletak di wilayah Trowulan. Pada saat pemerintahan Majapahit runtuh, Patung Joko Dolog Surabaya di sembunyikan dengan cara di tanam di dalam tanah dan di tutupi oleh kayu jati, yang oleh Pemerintah Belanda di sebut kayu dolog. Oleh sebab itulah patung ini mendapatkan sebutan patung Dolog.

Pada tahun 1812, oleh Pemerintah Belanda Patung Joko Dolog Surabaya ini akan di angkut ke Negara Belanda lewat jalur Tanjung Perak Surabaya. Karena sesuatu hal, entah mengapa kapal yang akan di gunakan untuk mengangkut Patung joko Dolog Surabaya ini mengalami kerusakan, sehingga Patung besar ini akhirnya tidak jadi di bawa ke negara Belanda dan akhirnya di letakkan di depan rumah Residen Belanda saat itu yaitu Baron A.M. Th. de Salis. Lalu pada pemerintahan Residen Residen De Salls Patung Joko Dolog ini di pindahkan ke Taman Apsari Surabaya, yang sampai sekarang ini telah mengalami beberapa kali pemugaran.

Baca : Sepenggal Cerita, Sejarah Gerbong Maut Di Surabaya

Sejatinya Patung Joko Dolog Surabaya ini merupakan perwujudan dari Raja Kertanegara yang merupakan raja dari Kerajaan Singosari yang terakhir. Raja Kertanegara ini akhirnya tewas setelah di serang oleh bawahannya sendiri pada tahun 1293 pada sebuah pemberontakan.

Sejarah dari Patung Joko Dolog Surabaya ini bisa di baca dari sederetan tulisan yang trdapat di tempat duduknya. Tulisan tersebut terdiri dari 19 bait yang bermakna sebagai berikut :

1. Pada jaman dahulu, tanah Jawa terbagi menjadi 2 wilayah, yang oleh Arrya Bharrad dinamakan dengan Jenggala dan Pamjalu.

2. Pada masa pemerintahan Raja Wisnuwardhana, kedua daerah yang terpecah itu berhasil disatukan kembali.

3. Sang Raja yang memerintahkan untuk membangun  prasasti ditasbihkan sebagai Cri Jnanjaciwabajra dan perwujudannya sebagai Jina Mahasobya.

4. Tempat pentasbihan patung tersebut berada di kuburan Wurare.

5. Sang pembuat patung tersebut bernama Nada.

Kalau melihat lokasinya, memang situs dari Patung Joko Dolog ini terkesan tersembunyi dari keramaian kota. Namun hal bukan berarti Patung Joko Dolog surabaya ini jarang di kunjungi. Pada saat – saat tertentu pintu pagar depan ini akan terbuka dan banyak sekali pengunjung yang bisa masuk ke dalam. (Yanuar Yudha)

About Kabar Surabaya

Check Also

museum-tugu-pahlawan-surabaya

Museum Tugu Pahlawan Surabaya, Saksi Bisu Perjuangan Arek-Arek Suroboyo

Museum Tugu Pahlawan Surabaya, Saksi Bisu Perjuangan Arek-Arek Suroboyo Kabar Surabaya – Museum Tugu Pahlawan …