Home / Wisata / Rumah Air Surabaya, Wisata Edukasi Pengolahan Air Sejak Jaman Belanda

Rumah Air Surabaya, Wisata Edukasi Pengolahan Air Sejak Jaman Belanda

rumah-air-surabayaRumah Air Surabaya, Wisata Edukasi Pengolahan Air Sejak Jaman Belanda

Kabar Surabaya – Rumah Air Surabaya, Wisata Edukasi Pengolahan Air Sejak Jaman Belanda – 90% dari tubuh manusia terdiri dari unsur air. Oleh karena itu air merupakan kebutuhan paling kompleks bagi manusia. Untuk itulah saat ini manusia tengah berlomba-lomba untuk melakukan pengelolaan air dengan teknologi yang terkini. Sebagai perusahaan pelayanan publik yang bertugas untuk menyuplai kebutuhan air minum bagi warga Kota Surabaya, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada Kota Surabaya saat ini telah mempunyai Rumah Air Surabaya.

Di Rumah Air Surabaya, pengunjung bisa mendapatkan pengetahuan akan sejarah teknologi pengolahan air yang digunakan untuk menyuplai kebutuhan air warga Surabaya. Disini akan di paparkan secara lengkap peralatan yang di gunakan sejak jaman pemerintahan Hindia Belanda sampai teknologi yang akan digunakan untuk masa depan nanti.

Rumah Air Surabaya terletak di gedung cagar budaya dan diapit oleh beberapa gedung pencakar langit yang ada dikawasan jantung Kota Surabaya. Tepatnya berada di jalan Basuki Rahmat nomor 119-121.

Awal sejarahnya Gedung Rumah Air Surabaya ini dulunya merupakan markas Tentara Keamanan Pelajar (TKR). Lokasi ini menjadi salah satu tempat persembunyian utama. Tampak dari luar, gedung yang memiliki dua lantai ini masih lekat dengan nuansa “Belanda”-nya.

Baca : Museum Bank Indonesia Surabaya, Saksi Sejarah Perbankan Indonesia

Saat masuk ke Rumah Air Surabaya, pengunjung akan dibawa ke suasana perairan dengan nuansa-nya yang berwarna biru dan tulisan “AIR” tepat didepan pintu masuk. Hal ini menggambarkan bahwa apa yang terdapat di dalam Rumah Air Surabaya ini adalah segala macam yang ada hubungannya dengan pengolahan air. Tempat duduk yang  ada juga unik, karena terbuat dari pipa bekas yang tertata rapi di sisi pintu masuk.

Pintu dari Rumah Air Surabaya ini dibuat melingkar mirip dengan pipa air yang melambangkan PDAM. Pada lorong pertama ini para pengunjung bisa mendapatkan pengetahuan tentang air dan karakteristiknya, langkah penghematan air dan keadaan krisis air. Disudut lorong ini di pamerkan beberapa jenis dan ukuran pipa yang pernah dipakai PDAM dan alat patri yang pernah digunakan di jaman Belanda.

Pada lorong selanjutnya para pengunjung kan dibawa ke masa jaman Belanda. Dalam lorong ini di pamerkan banyak barang bekas peninggalan Belanda yang pernah digunakan dalam menyuplai kebutuhan air di kota Surabaya. Salah satunya yang di pamerkan adalah pompa air legendaris yang perneh dipasang pada tahun 1932 di Rumah Pompa Umbulan.

Di Lorong sebelahnya para pengunjung bisa melihat berkas-berkas peninggalan Belanda. Berkas kertas ini di beri judul “Plan Der Voornaamste Leidingenvan het standnet” yang artinya perencanaan jaringan pipa air untuk perkotaan Surabaya.

Setelah melalui lorong ketiga, para pengunjung akan diarahkan ke lorong transisi dari masa lalu ke masa sekarang. Semua dokumentasi di jaman dulu tersusun sangat rapi dan berurutan. Di sini Pengunjung bisa mengetahui kinerja PDAM serta cara dokumentasi untuk pekerjaan terdahulu. Gambaran perubahan pintu air dam jagir dari jaman dulu hingga ke saat ini juga terpapar di sudut lorong ini.

Baca : Titik Nol Kota Surabaya, Sejarah Yang Terlupakan

Pada lorong ini juga para pengunjung diajak untuk mempelajari tentang proses pengolahan air yang diterapkan oleh PDAM Kota Surabaya. Di ruangan ini  terlihat dua maket besar Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Karangpilang dan IPAM ngagel yang menjadi peraga untuk menjelaskan proses pengolahan air minum kepada para pengunjung.

Selain maket instalasi, di lorong PDAM masa kini ini bisa dilihat peralatan yang digunakan PDAM Surya Sembada, serta prestasi-prestasi yang diraih dalam memberikan pelayanan air minum untuk warga Kota Surabaya. Di lorong terakhir dari Rumah Air Surabaya para pengunjung dijelaskan tentang proses produksi Kran Air Siap Minum (KASM).

Lorong terakhir adalah masa depan. Dimana ditampilkan rencana ZAMP atau Zona Air Minum Prima yang merupakan zonasi wilayah yang menjadi percontohan air layak konsumsi hingga ke Pelanggan. Terakhir, pengunjung bisa menikmati Air Minum Langsung Komsumsi yang ada di pintu keluar Rumah Air Surabaya.

Secara keseluruhan, semua alat yang ada di Rumah Air Surabaya dikumpulkan oleh tim PDAM sejak 2 tahun yang lalu. Di sini banyak peralatan peninggalan Belanda yang juga berisi berbagai diorama. Diorama ini menggambarkan perkembangan teknologi pengolahan air dari masa ke masa.

About Kabar Surabaya

Check Also

atalantis-land-kenjeran-surabaya-a

Atlantis Land Kenjeran, Wahana Hiburan Terbaru Di Tepi Pantai Surabaya

Atlantis Land Kenjeran, Wahana Hiburan Terbaru Di Tepi Pantai Surabaya Kabar Surabaya – Kemanakah warga …