Home / Kabar Surabaya / Surabaya Peringati Perobekan Bendera Di Hotel Yamato

Surabaya Peringati Perobekan Bendera Di Hotel Yamato

perobekan-bendera-di hotel-yamatoSurabaya Peringati Perobekan Bendera Di Hotel Yamato

Kabar Surabaya Surabaya Peringati Perobekan Bendera Di Hotel Yamato – Sebagaimana kita ketahui bersama bahwasannya Kota Surabaya ini mendapat predikat sebagai Kota Pahlawan. Namun predikat ini di berikan bukan hanya karena nama belaka, melainkan karena pengorbanan Arek – Arek Suroboyo yang bertaruh nyawa dalam menghadapi sengitnya pertempuran melawan tentara Sekutu. Pertempuran yang kemudian di kenal dengan nama pertempuran 10 November 1945 ini di sebabkan oleh insiden konyol atau tepatnya “ke-kurang ajaran” tentara Belanda. Kejadian tersebut adalah karena mereka menaikkan/mengibarkan bendera Belanda yang berwarna Merah – Putih dan Biru di atas atap gedung Hotel Yamato atau yang sekarang di kenal sebagai Hotel Majapahit. Peristiwa inilah yang kemudian memancing terjadinya insiden Perobekan Bendera Di Hotel Yamato.

Di sinilah letak besarnya nyali dari Arek – Arek Suroboyo. Begitu mereka melihat bendera merah-putih dan biru berkibar di atas atap gedung Hotel Yamato, mereka lalu berbondong-bondong mendatangi untuk meminta bendera tersebut di turunkan. Karena pengibaran bendera Belanda tersebut tentu saja menciderai hati dari masyarakat Indonesia dan Kota Surabaya khususnya. Padahal pada tanggal 17 Agustus 1945 negara Indonesia sudah menyatakan kemerdekaannya. Tentu saja pengibaran bendera Belanda yang di lakukan oleh Mr.Ploegman dan anak buahnya ini mengaburkan maksud awal kedatangan mereka yang katanya hanya ingin melucuti senjata dari tentara Jepang yang memang kalah dalam perang dunia ke II.

Baca : Mulai 4 September Bayar Parkir Harus Pakai E-Money

Kibaran bendera merah,putih dan biru ini langsung membuat Arek-Arek Suroboyo naik pitam dan mendatangi gedung hotel Yamato. Dengan tangga bambu seadanya mereka naik ke atap gedung dan merobek warna biru pada bendera Belanda tersebut. Sehingga hanya tersisa warna Merah dan Putih saya yang merupakan warna dari Bendera Indonesia. Kejadian inilah yang kemudian di kenal dengan nama Insiden bendera. Dan lebih besar lagi hal inilah yang kemudian memicu terjadinya Perang 10 November 1945.

Pertempuran pertama meletus pada tanggal 27 oktober 1945. Sejatinya pertempuran ini sudah akan di menangkan oleh Arek-Arek suroboyo yang juga mendapatkan bantuan dari pemuda dari kota lain. Semua tentara Inggris yang ada di dlam Kota surabaya sudah sekarat dan tinggal menanti ajal. Namun kemudian, pembesar Inggris meminta kepada Presiden Soekarno untuk melakukan gencatan senjata.

Setelah perang mereda karena ada gencatan senjata, tiba-tiba meletus insiden yang mengakibatkan terbunuhnya Jendral mallaby. hal inilah  yang akhirnya membuat tentara Inggris murka. Mereka lalu melakukan perang besar-besaran kepada rakyat Kota Surabaya. Perang selama tiga minggu ini benar-benar membuat Tentara Inggris kewalahan. Tentara Inggris mengganggap bahwa perang di Kota Surabaya adalah perang neraka baginya. Dan hanya di Kota Surabaya seorang Jendral Inggris bisa tewas.

Karena berjalannya waktu, beberapa tahun belakangan ini peristiwa Insiden Perobekan Bendera Di Hotel Yamato ini jarang di peringati. Akhirnya banyak masyarakat yang menganggap peristiwa insiden Perobekan Bendera Di Hotel Yamato atau di kenal dengan nama Insiden Bendera ini terjadi pada tanggal 10 November tersebut.

Baca : Masjid Al_Muslimun Laksanakan Qurban Berbasis IT

Untuk memperingati insiden Perobekan Bendera Di Hotel Yamato ini, Kota Surabaya mempunyai 2 acara yang akan di gelar. Acara pertama adalah Surabaya Merah Putih : Refleksi Peristiwa Perobekan Bendera. Dalam acara ini akan di mainkan teatrikal yang menggambarkan keberanian dari Arek – Arek Suroboyo dalam merobek bendera Belanda Merah, Putih dan biru  menjadi bendera Merah – dan Putih saja. Ratusan orang akan menggambarkan situasi yang terjadi pada saat kejadian tersebut.

Acara yang di selenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Surabaya ini lebih dahulu akan di buka dengan upacara yang di ikuti oleh Seluruh (Forpimda) Forum Pimpinan Daerah , Organisasi Perangkat Daerah terkait, pihak Kepolisian, Tentara nasional Indonesia (TNI), Mahasiswa, Pelajar Sekolah dan beberapa komunitas yang ada di Kota surabaya.

Setelah upacara selesai, nantinya akan di sambung dengan teatrikal yang di lakukan oleh komunitas-komunitas yang tergabung dalam pimpinan Heri Lentho. Nantinya Walikota Surabaya Tri rismaharini juga akan membacakan pidato singkat yang akan di iringi oleh musik.

Untuk melaksanakan aganeda ini, jalan Tunjungan akan di tutup mulai pukul 06.00wib, seperti layaknya di tutup saat ada event car free day. Namun bagi pengunjung hotel akan di berikan sedikit jalan untuk bisa masuk ke dalam hotel. Kegiatan ini akan berlangsung selama satu jam, mulai pukul 08.00wib hingga pukul 09.00wib.

Monolog ke V pertempuran Bendera 19 September 1945

Acara yang kedua adalah monolog ke V pertempuran Bendera 19 September 1945. Acara ini akan di selenggarakan pada hari Selasa tanggal 19 September 2017. Kalau acara pertama di lakukan pada pagi hari, acara monolog ini akan di lakukan pada malam hari. Tepatnya pada pukul 19.00wib hingga 21.00wib. Pada acara kedua ini lalu lintas tidak akan di tutup dan tetap di buka seperti biasa, karena pusat acara ada di atas atap Hotel majapahit. (Yanuar Yudha)

About Kabar Surabaya

Check Also

Pemutihan Pajak Kendaraan 2017 Jawa Timur Segera Di Gelar

Pemutihan Pajak Kendaraan 2017 Jawa Timur Segera Di Gelar Kabar Surabaya – Pemutihan Pajak Kendaraan 2017 …