Home / Kabar Surabaya / Tanggapi Ahok, Sinyal Tri Rismaharini Ke Jakarta…?

Tanggapi Ahok, Sinyal Tri Rismaharini Ke Jakarta…?

walikota-surabaya-trirismaharini-aTanggapi Ahok, Sinyal Tri Rismaharini Akan Ke Jakarta…?

Kabar SurabayaTanggapi Ahok, Sinyal Risma Bakal Ke Jakarta…? – Wacana akan majunya Walikota Surabaya Tri Rismaharini ke kancah perebutan kursi DKI 1 semakin santer terdengar. Hampir tiap hari hRisma selalu ada di tayangan televisi. Meskipun berulang – kali Tri Rismaharini mengatakan bahwa dirinya tidak akan maju dalam pemilihan Gubenur DKI pada tahun 2017 nanti , namun media dan para politikus di Jakarta masih tetap membicarakan peluang bagaimana jika Risma maju menantang Basuki Tjahaya Purnama (Ahok). Masih di angkatnya nama Risma dalam semua pembicaraan ini di karenakan oleh sikap dari partai PDIP yang masih bungkam soal siapa nama calon Gubenur jakarta yang akan di usungnya, apakah dari internal partai , dari luar partai atau mendukung Ahok sang petahana.

Pada bulan September 2016 nanti, akan mulai dibuka pendaftaran calon Gubenur DKI dari jalur partai Polotik, dan hal inilah yang mengakibatkan suhu politik di Kota jakarta semakin memanas. Bukan hanya di Jakarta, di Kota Surabaya sendiri rupanya suhu juga sudah mulai memanas bagi sebagian orang, termasuk bagi Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

Baca : Tradisi Kupatan Sukolilo, Kupat Gratis Khas Kenjeran

Kemarin Walikota Surabaya, Tri Rismaharini bahkan sempat mengadakan Press Conference untuk mengungkapkan kemarahannya. Kemarahan Risma ini rupanya di picu oleh statement yang di keluarkan oleh Gubenur DKI (Ahok), ketika beliau membandingkan antara Kota Surabaya dengan Jakarta Selatan.

” Ini soal harga diri warga Kota Surabaya ” seru Risma untuk mengungkapkan kemarahannya. Menurut Tri Rismaharini, Luas Jakarta Selatan hanyalah 120 Km persegi sedangkan Kota Surabaya mempunyai luas 374 Km persegi. Risma juga mengatakan bahwa di Jakarta Ahok di bantu oleh 5 Walikota dan 1 Bupati sedangkan di Surabaya dia hanya sendiri. ” Trotoar di Surabaya memang bagus, namun yang mahal adalah Box Culvert yang ada di bawahnya ” jelas Risma. Tri Rismaharini juga memperingatkan Ahok agar tidak menyerang Kota Surabaya lagi, karena ini menyangkut harga diri. Risma menjelaskan bahwa beliau membangun Kota Surabaya tidak untuk di banggakan dan penjelasan ini penting di lakukan agar warga Surabaya tidak bergerak. Dalam statement terakhir Risma mengatakan ” kalau boleh memilih, saya memilih tetap di Surabaya “.

Bagaimana Pendapat Ahok mengenai kemarahan Risma…?.  Rupanya Gubenur DKI ini terkaget – kaget kalau Walikota Surabaya bisa segitu marahnya. ” ku enggak pernah berpikir kalau ternyata (Risma) bisa ngamuk, baper (bawa perasaan) dan mengadakan jumpa press segala” jelasnya. Bahkan dari kemarahan Risma ini, ternyata banyak teman dan Ibunya sendiri mengeomeli dirinya. ” Lu tau gak, Risma ini orang jujur sama seperti lu, lu jangan cari musuh lah ” omel ibunda dari Ahok.

Baca : Taman Gantung Surabaya, Alternatif  Wisata Jalan Tunjungan

” Aku juga bingung, ini gara – gara lu sih, nulis berita di potong – potong ” tuding Ahok kepada para wartawan. ” ini seakan – akan aku di adu domba sama dia (Risma). Ahok menjelaskan bahwa beliau membandingkan Surabaya dengan Jakarta Selatan karena sama – sama pemerintahan kota. Ahok juga mengungkapkan, perjalanan Risma membangun Kota Surabaya tidak memakan waktu singkat. Oleh sebab itu, dia tidak mungkin bisa membandingkan apa yang di lakukannya yang baru saja beberapa tahun memimpin Jakarta. Sebabnya, sebelum menjadi wali kota Surabaya, Tri Rismaharini telah memulai karier sebagai pegawai negeri sipil sejak tahun 1990-an. ” Bahkan saya juga belajar banyak dari dia (Risma) ” jelas Ahok.

Pendapat Penulis :

Warga Surabaya adalah warga yang cerdas dalam berfikir dan tidak emosional dalam bertindak. Masalah ini cukuplah sampai disini, tidak usah ada lagi aksi – aksi di jalanan yang akan membuat kita emosional. Karena yang rugi adalah warga Kota Surabaya sendiri. Jika aksi demo / turun kejalan di teruiskan yang untung adalah Ahok sendiri, karena elektabilitasnya akan naik, dan itu tidak ada hubunganya dengan Kota Surabaya. Selain itu yang di untungkan adalah media, karena oplahnya bakalan meningkat.

Mungkin yang perlu di renungkan adalah stament Walikota Surabaya, Tri Rismaharini yang mengatakan  ” kalau boleh memilih, saya memilih tetap di Surabaya “. Dengan pernyataan ini menjelaskan bahwa beliau (Risma) tidak mempunyai opsi untuk ” memilih “..???. (Yanuar Yudha)

About Kabar Surabaya

Check Also

gambar-artikel

Suroboyo Bus, Trnasportasi Modern Kota Surabaya

Suroboyo Bus, Trnasportasi Modern Kota Surabaya Kabar Surabaya – Kondisi Lalu lintas Kota Surabaya semakin …