Home / Reportase Khusus / Tedja Suminar Meninggalkan Spirit Untuk Surabaya

Tedja Suminar Meninggalkan Spirit Untuk Surabaya

tedja-suminar-meninggal-duniaTedja Suminar Meninggalkan Spirit Untuk Surabaya

Kabar SurabayaTedja Suminar Meninggalkan Spirit Untuk Surabaya – Sejak berpulang pada 24 Juni 2016 lalu, karya – karya dan spirit Tedja Suminar masih melekat di kalangan pecinta seni, khususnya di Kota Surabaya ini. Untuk itulah di peringatan 40 hari wafatnya sang Maestro ini sejumlah sahabat, kolega dan keluarga menyelenggarakan acara bertajuk Spirit Of Tedja.

Dalam acara Spirit Of Tedja ini pihak keluarga ingin mengapresiasi keinginan Tedja Suminar untuk melaksanakan pameran tunggal di galery Surabaya. Seperti di ketahui bahwa sang Maestro adalah seniman sketsa handal yang sudah menghasilkan 300 karya tulis dan sketsa. Keinginan dari sang ayah inilah yang akhirnya membuat sang anak, Natalini Widhiasi untuk mewujudkan keinginan beliau dengan menyelanggarakan pameran di Komplek Balai Pemuda Surabaya. Peringatan Spirit Of Tedja ini sebagai bentuk spirit dari sang Maestro yang masih besar dalam berkarya hingga akhir hayat-nya.

Baca : Tri Rismaharini Siap Ke Jakarta…? 

Tedja Suminar , istri (Muntianah ) dan anak (Natalini Widhiasi)-nya adalah keluarga seniman yang mempunyai cukup pengaruh di Kota Surabaya ini. Dalam pameran Spirit Of Tedja ini, selain menghadirkan karya – karya dari Tedja Suminar, juga melibatkan para seniman dan para fotografer. Total ada sekitar 59 karya dari pelukis dan fotografer di pamerkan. Selain itu juga juga di tampilkan biografi keluarga Tedja Suminar. Karya Tedja Suminar yang bisa dinikmati oleh masyarakat rata -rata adalah lukisan dengan tema human interest yang berlatar belakang rakyat jelata seperti nelayan, kuli panggul pasar, dan tukang becak.

Pameran Spirit Of Tedja akan berlangsung dari tanggal 7 Agustus 2016 hingga 10 Agustus 2016 di Balai Pemuda Surabaya. Di mulai pukul 18.30 hingga 22.00 WIB. Dalam acara pembukaan kemarin, pameran ini terlihat meriah  dan memiliki kesan bagaikan  pasar seni . Hal  ini dikarenakan penampilan dari seniman-seniman kebanggaan Surabaya yang disajikan secara medley seperti Apple Coustic, Pak De Yos, , Heti Palestina (MC dan syair), Bang Ucok, Gema Swarayatyagita, Komunitas Mata Hati , Wandani Swan dan  Natalini Widhiasi  (putri Tedja).

Baca : Cross Culture Festival 2016, Hadir Lebih Heboh

Dalam Press Conference yang di gelar di Gedung Balai Pemuda Surabaya. Pihak keluarga mengkonfirmasi-kan akan kembali mengadakan pameran karya Tedja Suminar serta istri Muntianah untuk berkolaborasi dengan seniman Surabaya yang akan di adakan pada peringatan 100 hari wafatnya sang Maestro. Harapan dari acara Spirit Of Tedja Suminar ini adalah agar kita dapat memiliki semangat yang tinggi dan berapi-api pada kehidupan untuk dapat terus kreatif berkarya.

Tedja Suminar

Lahir di Madiun 16 April 1936. Dan meninggal di Surabaya, 24 Juni 2016. Memiliki istri yang juga pelukis yang bernama Muntiana dan memiliki dua putri yang juga bergelut d bidang seni juga, yaitu Swandani Swan (penari) dan Natalini Widhiasi (pelukis). Salah karya terkenalnya dari sang Maestro adalah Jembatan Kalimas dan relief-relief di Gedung Gelora 10 November yang di lukis untuk menyambut PON VII tahun 1969. (Yanuar Yudha)

Reportase Oleh : Yuni Ita Ika & Hera Agustin

About Kabar Surabaya

Check Also

Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan Untuk Negeri

Pertamina Solusi Bahan Bakar Berkualitas dan Ramah Lingkungan Untuk Negeri Kabar Surabaya – Pertamina Solusi …