Home / Kabar Surabaya / Terminal Bus Purabaya Surabaya Bersiap Menuju Terminal Kelas Dunia

Terminal Bus Purabaya Surabaya Bersiap Menuju Terminal Kelas Dunia

terminal-bus-purabayaTerminal Bus Purabaya Surabaya Bersiap Menuju Terminal Kelas Dunia

Kabar Surabaya – Terminal Bus Purabaya Bersiap Menuju Terminal Kelas Dunia – Apa yang terlintas di pikiran anda ketika di tanyakan mengenai terminal Bus Purabaya Surabaya..?. Tentu jawabannya banyak yang bersifat negatif. Mulai dari keruwetannya,kriminalitasnya hingga kekumuhannya. Kriminalitasnya seperti copet dan preman yang siap menggarong dompet anda. Para calo-calo yang siap untuk menipu penumbang. Serta masih banyak lagi yang lainnya.  Namun hal tersebut sebentar lagi akan segera menghilang, karena saat ini Terminal Bus Purabaya Bersiap Menuju Terminal Kelas Dunia.

Sebelum kita bicara lebih lanjut mengenai Terminal Bus Purabaya ini, ada baiknya kita tilik sebentar bagaimana sejarahnya. Terminal Bus Purabaya ini merupakan pengembangan dari Terminal Joyoboyo yang terletak di tengah kota Surabaya. Pengembangan ini di lakukan karena Terminal Joyoboyo sudah tidak memungkinkan untuk di perluas lagi. Hal ini di karenaka sudah semakin padatnya tingkat hunian di Kota Surabaya. Untuk itulah kemudian Pemerintah Kota Surabaya membangun sebuah terminal baru yang di tempatkan di kawasan Waru – Kota Sidoarjo. Lokasi pasti dari Terminal Purabaya ini adalah Jalan Letjen Soetoyo KM 13 Desa Bungur Asih. Karena lokasi inilah, akhirnya banyak yang menyebut Terminal Purabaya Surabaya dengan Terminal Bungurasih Surabaya.

Baca : Travelmie, Puncaknya Soerabaia

Terminal Purabaya Surabaya ini mulai di bangun pada tahun 1989 dan selesai di bangun pada 1991. Meskipun berada di kawasan Kota Sidoarjo, namun semua pembangunan dan pengelolaannya di lakukan sepenuhnya oleh Kota Surabaya. Dinas Perhubungan Kota Surabaya adalah dinas yang secara langsung menaungi operasional dari Terminal Purabaya ini. Sejak di resmikan oleh Menteri Perhubungan, Terminal Purabaya Surabaya ini langsung menjadi terminal paling sibuk di kawasan Jawa Timur. Setiap harinya ribuan penumpang dan ratusan Bus antar kota bersliweran di tempat ini. Tidak jarang pada setiap akhir pekan atau pada masa liburan jumlah penumpang yang ada tidak sebanding dengan jumlah bus yang tersedia. Hal ini akhirnya mengakibatkan banyak penumpang yang tidak terangkut (keleleran).

Untuk menghindari melonjaknya jumlah penumpang dari tahun-ke tahun, maka Terminal Bus Purabaya Surabaya mulai melakukan pengembangan dan renovasi terminal. Renovasi ini di pusatkan pada ruang tunggu dan tempat jalan penumpang ke arah Bus. Konsep dari renovasi ini adalah agar penumpang bisa aman dan nyaman sejak dari ruang tunggu hingga masuk ke Bus tujuannya tanpa gangguan dari para calo. Selain itu nantinya juga akan di berlakukan sistim seperti Kereta Api ataupun Pesawat Terbang. Yaitu memisahkan antara pengantar dan penumpang.

Berdasarkan pantauan dari Kabar Surabaya yang cukup sering melakukan perjalanan ke Surabaya – Madiun. Sebenarnya proses renovasi pada ruang tunggu ini sudah di mulai pada 2 tahun yang lalu. Namun karena Terminal Purabaya Surabaya ini tidak bisa di tutup secara total, maka proses ini di lakukan secara bertahap.

Baca : Berburu Kuliner Khas Surabaya di Pasar blauran

Dari luar Atap Ruang tunggu ini tampak mirip atap yang di gunakan pada Bandara Udara, yaitu model lengkung yang terbuat dari Galvalum. Bukan lagi terbuat dari susunan atap genting sebagaimana layaknya terminal-terminal bus antar kota lainnya.

Saat ni proses renovasi Terminal Bus Purabaya Surabaya sudah mulai menampakkan hasilnya. Ruang tunggu penumpang yang dulunya terbuka dengan pelataran jalur Bus, saat ini di tutup dengan dinding kaca. Kursi untuk menanti kedatangan Bus-pun sudah mulai di perbanyak. Hawa sejuk sangat terasa di tempat ini, karena telah di lengkapu dengan pendingin udara. Lantai keramik yang berwarna putihdan mengkilap, menambah kesan bersih dari ruang tunggu ini. Papan informasi mengenai jadwal keberangkatan dan kedatangan Bus-pun sudah di lengkapi dengan papan monitor canggih yang ber-LED.

Bila dulu di ruang tunggu masih terdapat toko-toko yang berjualan makanan-minuman serta majalah, saat ini toko-toko tersebut sudah di tiadakan. Ruang tunggu ini di lengkapi dengan toilet yang bersih, Ruang khusus merokok, Ruang menyusui dan Ruang Literasi (perpustakaan Mini)  untuk membaca buku.

Semenjak proses renovasi ini selesai, ada satu aturan baru yang di terapkan. Aturan tersebut melarang para penumpang untuk berjalan di area jalur Bus. Oleh karena itu sebelum menaiki bus yang di tuju, maka penumpang harus naik ke lantai dua terlebih dahulu. Jangan khawatir, untuk naik ke lantai dua ruang tunggu ini, Pemkot Surabaya telah memfasilitasi penumpang dengan dua ekskalator besar. Dari lantai dua ini para penumpang bisa melihat Jurusan kota yang di tuju melalui papan yang tergantung di atap. Selain itu di lantai dua ini juga terdapat banyak tempat duduk untuk penumpang menunggu bus yang ingin di naikinya.  Setelah mengetahui jurusan yang di tuju, penumpang bisa langsung menuju bis yang di kehendaki melalui Gate yang tersedia.

Baca : Hari Jadi Surabaya 2017, Sajikan Acara Seru Dan Atraktif

Gate adalah terobosan terbaru yang pertama kali di terapkan di Terminal Purabaya Surabaya ini. Bahkan sistim Gate ini adalah pertama kalinya di terapkan untuk terminal Bus di seluruh Indonesia. Dengan adanya Gate ini, maka tidak ada lagi penumpang yang berjalan di area jalur bis. Hal ini ini untuk menghindari adanya penumpang yang tertubruk bis antar kota. Selain itu Gate ini bisa menghindari adanya kontak antara penumpang dengan calo.

Karena masih terbilang baru, tentunya masih banyak masyarakat yang kebingungan dengan sejumlah perubahan ini. Oleh kaena itu, saat ini Terminal Purabaya telah di lengkapi dengan petugas yang siap berkeliling untuk menunjukkan arah ataupun memberikan informasi. Petugas ini di lengkapi dengan Segway, sehingga bisa lebih cepat untuk bermanufer. Untuk barang bawaan, jangan khawatir, karena sekarang terminal Purabaya telah di lengkapi dengan troli.

Dengan semakin nyamannya Terminal Purabaya Surabaya ini, maka di harapkan tingkat penggunaan mobil pribadi yang menuju ke arah luar kota bisa semakin berkurang. Terutama untuk roda dua yang sangat rawan bila di pakai untuk bepergian dalam jarak jauh. Apalagi jika harus membawa anak dan barang bawaan, seperti halnya yang terjadi pada setiap libur hari raya Lebaran.

Berdasarkan pengamatan Kabar Surabaya masih ada beberapa PR lagi bagi pengelola untuk menciptakan Terminal Purabaya Surabaya yang aman dan nyaman bagi para penumpang. PR itu adalah ketersediaan lahan parkir yang memadai. Saat ini lahan parkir resmi yang dimiliki oleh Terminal Purabaya Surabaya ini masih terbilang minim. Hal ini mengakibatkan banyak sekali bermunculan, lahan parkir liar yang biasanya di kelola oleh warga yang tinggal di sekitar terminal. Yang memberatkan adalah tarif dari parkir liar ini. Dalam sehari di masa liburan tarif parkir roda dua bisa mencapai Rp 20.000 bahkan lebih untuk semalam saja. Jadi bisa dibayangkan bila liburan seminggu, berapa rupiah yang harus di bayarkan untuk ongkos parkir saja. (Ita Pebri)

 

About Kabar Surabaya

Check Also

suroboyo-bus-bayar-pakai-sampah

Risma Mulai Melatih Warga Surabaya Untuk Beralih Ke Transportasi Umum

Risma Mulai Melatih Warga Surabaya Untuk Beralih Ke Transportasi Umum Kabar Surabaya – Saat ini …