Home / Kuliner / Tradisi Kupatan Sukolilo, Ketupat Khas Kenjeran

Tradisi Kupatan Sukolilo, Ketupat Khas Kenjeran

tradisi-kupatan-khas-kenjeranTradisi Kupatan Sukolilo, Kupat Gratis Khas Kenjeran

Kabar Surabaya Tradisi Kupatan Sukolilo, Kupat Gratis Khas Kenjeran – Hanya di Indonesia Hari Raya Lebaran bisa berlangsung selama dua kali. Yaitu pada saat Idul Fitri dan satu lagi setelah umat Muslim melaksanakan enam hari Puasa Syawal atau seminggu setelah Idul Fitri. Hari lebaran yang kedua ini biasanya dinamakan Lebaran Ketupat atau di sebut juga dengan Tradisi Kupatan. Sesuai dengan namanya Lebaran Ketupat ini identik dengan Ketupat. Yaitu makanan terbuat dari nasi yang di bungkus oleh daun kelapa, mirip seperti lontong. Apabila lontong berbentuk lonjong, maka ketupat berbentuk limas dengan anyaman daun kelapa.

Baca : Festival Layang Layang 2016 Kota Surabaya

Di Kota Surabaya juga terdapat Tradisi Kupatan yang cukup unik. Tradisi Kupatan ini berada di Kecamatan Bulak. Tepatnya di Kelurahan Sukolilo Baru-Kota Surabaya yang berada di kawasan pesisir Pantai Kenjeran. Karena merupakan kawasan pantai , maka untuk lauk ketupat di Tradisi Kupatan Sukolilo ini bukanlah opor ayam seperti menu ketupat biasanya. Menu yang di sandingkan dengan ketupat di kawasan Sukolilo ini adalah hasil olahan laut seperti kepiting, terung dan lorjuk…hmmmm, sudah kebayang nikmatnya kan…

Selain menu khas laut yang unik dan nikmat ada lagi yang berbeda di Tradisi Kupatan Sukolilo Baru – Kota Surabaya ini, yaitu ukuran ketupat yang berbeda dengan ketupat pada umumnya. Ukuran ketupat yang ada di Tradisi Kupatan Sukolilo ini berukuran kecil atau mini, yaitu separuh dari ukuran ketupat biasanya.

Dalam Tradisi Kupatan Sukolilo ini, beberapa warga akan membuka lapak di depan rumahnya dan menawarkan dagangannya pada hari Lebaran Ketupat. Karena ketupatnya berukuran mini, maka sang penjual-pun juga berukuran kecil, alias anak kecil yang berusia 5 hingga 8 tahun. Di pagi hari Lebaran Ketupat mereka sudah siap dengan lapaknya masing – masing. Dalam satu lapak tersebut terdapat juga lepet, lontong lodeh, lontong cecek, nasi pecel, klantink, agar agar, es campur, es sirup dan camilan ringan lainnya yang sudah tentu menggugah selera.

Baca : Pawai Ogoh-Ogoh Surabaya 2016

Untuk harga , jangan khawatir kawan. Semua makanan yang ada di lapak Tradisi Kupatan Sukolilo baru – Kota Surabaya ini bisa anda dapatkan secara GRATIS. Nah, tidak perlu menguras kantong untuk membeli satu porsi ketupat dengan lauk terung dan rajungannya. Hal ini di alami oleh Fani yang berasal dari Kota Jombang. Saat itu sedang berkunjung ke wilayah Sukolilo Baru setelah menikmati indahnya Jembatan Surabaya. “Lihat ada orang berkerumun saya tertarik, ternyata ada yang lagi jual menu ketupat khas Pantai Kenjeran, ketika saya mau bayar, lha kok yang jual bilang “Ga Atek Duwek” (tidak pakai uang) “jelas Fani. “Baru tau saya kalau di Kota Surabaya juga ada Tradisi Kupatan, ketupat khas pantai, gurih dan ga eneg” tuturnya sambil menyantap ketupat pesanannya dengan nikmat.

Menurut Bunda Tri, salah satu pegiat warga di wilayah Sukolilo Baru, Tradisi Ketupat Sukolilo Baru ini masih membudaya di desa Sukolilo Kelurahan Sukolilo Baru Kecamatan Bulak. Warga di kawasan ini masih tetap memegang tradisi yang kuat secara turun temurun. “Meskipun Wilayah Kenjeran saat ini sedang ada banyak perkembangan, mulai dari Jembatan Surabaya, Sentra Ikan Bulak maupun rencana pembuatan patung Suro dan Boyo raksasa, namun Tradisi Kupatan Sukolilo Baru ini tidak akan hilang” tutur Bunda Tri. (Yanuar Yudha)

Kontributor Berita : Bunda Tri (KIM Bahari)

About Kabar Surabaya

Check Also

dapur cokelat surabaya

Dapur Cokelat Surabaya, Outlet Bagi Pecinta Cokelat

Dapur Cokelat Surabaya, Outlet Bagi Pecinta Cokelat Kabar Surabaya –¬†Dapur Cokelat Surabaya, Outlet Bagi Pecinta …