Home / Kabar Surabaya / Tim Undur-Undur, Satpol PP Surabaya Bersepatu Roda

Tim Undur-Undur, Satpol PP Surabaya Bersepatu Roda

satpol-pp-sepatu-roda-surabayaTim Undur-Undur, Satpol PP Surabaya Bersepatu Roda

Kota SurabayaTim Undur-Undur, Satpol PP Surabaya Bersepatu Roda – Kota Surabaya adalah Kota besar yang tidak pernah luput dari masalah sosial dan kemasyarakatan. Untuk mengatasi masalah – masalah tersebut maka di bentuklah Satuan Polisi Pamong Praja, atau yang lebih di kenal dengan Satpol PP Surabaya. Pasukan Satpol PP Surabaya ini tersebar hingga ke penjuru Kecamatan dan Kelurahan di Kota Surabaya. Dengan mengenakan seragam atasan dan bawahan berwarna coklat, mereka akan sigap untuk melakukan tugas utamanya , yaitu menegakkan Peraturan Daerah (Perda).

Meskipun dalam kesehariannya mereka mengenakan seragam ,lengkap dengan topi baret dan sepatu lars panjang, namun dalam melaksanakan tugasnya, Satpol PP Surabaya di tuntut untuk lebih mengedepankan tindakan persuasif. Hal ini di lakukan karena mereka berhadapan langsung dengan masyarakat. Karena hal itulah, di Satuan Satpol PP yang di rekrut oleh Pemerintah Kota Surabaya juga terdapat banyak yang berjenis kelamin wanita. Dalam melaksanakan tugasnya, Satpol PP Kota Surabaya ini di bagi menjadi beberapa divisi. Salah satu divisi yang dimiliki oleh Satpol PP Kota Surabaya adalah Tim Undur – Undur.

Baca : Ada Dunia Lain di Museum Santet Surabaya 

Tim Undur – Undur…?. Bukankan itu adalah nama sejenis serangga berukuran kecil yang selalu menngali tanah untuk menjebak mangsanya..?. Bagi yang belum mengenal Satpol PP Kota Surabaya, mungkin penamaan Tim Undur – Undur agak sedikit aneh. Padahal selain Tim Undur – Undur yang merupakan divisi baru, juga ada divisi lain yang namanya lebih aneh – aneh lagi. Berikut nama divisi – divisi dari Satpol PP Kota Surabaya

1. Divisi Pikachu : Divisi ini bertugas untuk menghalau perusuh dan di tempatkan di garda depan apabila terjadi huru – hara. Pasukan ini di lengkapi dengan Body Protector lengkap, mulai helm, dan pelindung tubuh dari atas sampai ke kaki.

2. Divisi Judge Bao : Divisi ini bertugas untuk menertibkan bangunan liar dan Pedagang Kali Lima (PKL) yang kerang mangkal sembarangan. Kostum pasukan ini biasanya memakai rompi dan topi berwarna hitam.

3. Divisi Kaypang : Divisi ini mempunyai tugas untuk pengemis, gelandangan dan anak jalanan yang meresahkan warga Kota Surabaya. Pasukan ini mempunyai petugas wanita. Dalam kesehariannya pasukan ini menyamar sebagai warga biasa dan berkeliling kota dengan mobil dinas plat hitam. Apabila ada pengemis di jalan, maka petugas perempuan melakukan pendekatan untuk kemudian di arahkan ke dinas sosial.

4. Divisi Kombros : Divisi Kombros merupakan rekanan bagi petugas Pemadam Kebakaran. Perlengkapan yang di miliki divisi ini hampir sama dengan Petugas Pemadam Kebakaran, seperti Helm dan baju anti panas.

5. Divisi Rembuk : Divisi ini mempunyai keahlian untuk melakukan negoisasi di lapangan.

6. Divisi Odong – Odong : Divisi ini bertugas untuk menertibkan pelanggaran yang ada di trotoar. Pasukan ini mengenmban misi untuk membebaskan trotoar dari PKL dan Parkir liar. Karena wilayah yang luas, maka divisi ini di lengkapi dengan motor trail yang siap untuk menindak pelanggaran pada penggunaan trotoar.

Baca : Cafe De Panji Surabaya ,Lokasi Asik Harga Hemat

7. Divisi Undur – Undur : Tim ini merupakan divisi baru yang dimiliki oleh Satpol PP Kota Surabaya. Tim ini bertugas untuk menindak para PKL yang berjualan di trotoar dan melakukan patroli keamanan pada titik – titik keramaian seperti pada waktu pelaksanaan Car Free Day (CFD). Divisi ini di lengkapi dengan sepatu roda untuk melaksanakan patroli lapangan.

Tim yang baru di bentuk oleh Satpol PP Surabaya ini, mempunyai keahlian menguasai sepatu roda untuk menjalankan tugas sehari – hari. Pemakaian sepatu roda ini di anggap mampu untuk membuat Divisi Undur – Undur bergerak lebih luwes di antara kepadatan kerumunan masyarakat.

Divisi Undur – Undur ini  beranggotakan 11 orang, yang terdiri dari 5 orang wanita dan 6 orang pria. Divisi ini juga bertugas untuk mengawasi anak – anak yang saat ini sedang menggemari olahraga sepatu roda. Hal ini biasanya karena anak – anak sering bermain sepatu roda sendiri di trotoar tanpa didampingi oleh orang tua dan kadang posisinya terlalu ke pinggir, sehingga rawan untuk terjatuh serta terserempet oleh kendaraan bermotor.

Menurut salah satu Tim dari Divisi Undur – Undur, dia dan rekan – rekan sesama satu divisi membutuhkan waktu rata – rata sekitar dua minggu untuk benar – benar menguasai sepatu roda. Jatuh dan sedikit luka sidah menjadi sarapan setiap harinya pada saat latihan.  Dalam melaksanakan patroli Divisi Undur – Undur ini selalu mengenakan atribut lengkap, mulai dari Helm, Pelindung Siku, Pelindung Lutut dan Rompi. Hal ini juga di maksudkan sebagai kampanye agar anak – anak yang bermain sepatu roda juga selalu mengenakan atribut keselamatan badan secara lengkap.

Bila anda ingin bertemu langsung dengan Divisi Undur – Undur ini , silahkan datang pada setiap pelaksanaan Car Free Day di Taman Bungkul Surabaya pada hari Minggu pagi. (Yanuar Yudha)

Kabar Surabaya, Media Surabaya Terpercaya Di Kota Surabaya

About Kabar Surabaya

Check Also

gambar-artikel

Suroboyo Bus, Trnasportasi Modern Kota Surabaya

Suroboyo Bus, Trnasportasi Modern Kota Surabaya Kabar Surabaya – Kondisi Lalu lintas Kota Surabaya semakin …