Home / Wisata / Wisata Kampung Lawas Ketandan Surabaya

Wisata Kampung Lawas Ketandan Surabaya

kampung-lawas-ketandan-surabayaWisata Kampung Lawas Ketandan Surabaya

Kabar SurabayaWisata Kampung Lawas Ketandan Surabaya – Surabaya pada zaman dahulu adalah kota kerajaan, dimana hal tersebut dibuktikan dengan masih adanya beberapa nama tempat yang mendukung sisa kerajaan yang berpusat di Kraton. Yang kini diapit Jalan Kramat gantung dan Jalan Pahlawan dengan pusatnya Alun-Alun yang sudah menjadi kantor Bank Indonesia. Dalam beberapa catatan, muncul nama-nama kampung yang sampai sekarang masih terlihat keberadaannya. Seperti kampung Temenggungan, kampung Maspati yang merupakan tempat pemukiman para pejabat Kraton. Dan juga kampung Bubutan yang dalam bahasa Portugis itu berarti Butotan atau pintu menuju keraton.

Dari nama-nama kampung yang ada tersebut, disini muncul nama Ketandan yang dimasa lampau disebut dengan Ketandang atau Perang Tandang. Konon disinilah barak tempat para prajurit Kraton tinggal. Kampung Ketandan ini hampir-hampir oleh masyarakat awam tidak diketahui tempatnya. Keberadaan kampung ini tidak terlihat karena berada diantara gedung-gedung yang berjajar di sepanjang Jalan Tunjungan.

Dari beberapa penuturan orang-orang disana menyebutkan bahwa kampung Ketandan adalah kampung lawas. Memang jika dilihat dari keberadaan dan letaknya yang ada di tengah-tengah kota pasti orang akan sependapat bahwa kampung ini adalah kampung lawas yang lahir menyertai sejarah kota Surabaya.

Baca : Museum Fleet House, Rekam Jejak Maritim Surabaya

Potensi pariwisata disini lebih menekankan pada aspek keberadaan tempat-tempat yang mendukung adanya ikon Ketandan Kampung Lawas. Sehingga beberapa tempat ini mampu menarik wisatawan yang nantinya akan tertarik untuk mengetahui lebih dalam tentang kampung Ketandan.

Seperti kebanyakan kampung-kampung lain di kota surabaya, tentu setiap wilayah memiliki hal-hal yang berhubungan dengan masa lalu atau sejarah kampung itu sendiri. Seperti bangunan atau benda-benda yang ada yang secara langsung atau tidak adalah memiliki kaitan dengan kampung itu tersebut. Bahkan adanya bangunan-bangunan lama itu bisa dikatakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dari sejarah dan asal usul kampung itu. Berikut ini adalah bangunan lama yang memberikan warna pada kampung Ketandan.

1. Masjid An-Nur
Masjid An-Nur terletak di Jalan Ketandan Lama Gg. I. Masjid ini dulunya berbentuk Langgar sebelum akhirnya menjadi sebuah Masjid. Dibangun pada tahun 1914, seperti yang tertulis diatas pintu masuk masjid. Bentuk bangunan ini mengingatkan tentang bangunan lama dengan gaya arsitektur yang khas. Dimana setiap bangunan dihiasi dengan pilar-pilar yang besar. Selain pilar besar yang mengapit pintu masuk, di kanan kirinya juga terdapat jendela besar dan dihiasi teralis yang terbuat dari besi dengan diameter yang cukup besar. Seiring perkembangan, masjid ini sudah mengalami beberapa perubahan tetapi masih bisa dilihat keasliannya di beberapa bagian.

Baca : Kampung Daur Ulang, Wujud Nyata Pengelolaan Sampah di Surabaya

2. Makam Mbah Buyut Tondo
Makam ini letaknya persis di tengah-tengah kampung Ketandan, dan terbilang makam kuno. Hal ini dapat dilihat dari bentuk makam yang sederhana, dan adanya pohon beringin yang ada di tengah-tengah area makam yang umurnya terbilang sudah tua. Para sesepuh mengatakan bahwa makam ini sudah ada jauh sebelum kmapung Ketandan menjadi seperti ini. oleh sebab itu masyarakat kampung menyebutnya Makam Mbah Buyut, yang berarti Buyut dari warga masyarakat kampungketandan itu sendiri. Selain makam Mbah Buyut Tondo beserta istrinya, di area makam ini juga terdapat makam yang menurut cerita para sesepuh adalah makam para penjaga atau pengikut Mbah Buyut Tondo. Letak makamnya ada di sebelah timur dari makam Utama atau persis di sebelah kiri dari pintu masuk utama yang ada di sebelah utara area makam.

3. Rumah Wayang
Secara fisik rumah ini tidak jauh berbeda dengan rumah yang ada di sekitarnya. Hanya saja yang membedakan adalah isi dari rumah ini. oleh penghuninya yang terdahulu (Alm.) Bapak Suwondo rumah ini diisi dengan pernak-pernik hiasan yang berhubungan dengan wayang. Baik itu hiasan wayang ataupun hal-hal yang menyiratkan bahwa penghuninya adalah penggemar wayang. Oleh karena itu tetangga dan warga sekitar menyebutnya dengan Rumah Wayang. Selain itu di rumah ini konon ketika beliaunya masih hidup, selalu terdengar lagu-lagu bernuansa jawa. Sehingga jika berada di dalamnya akan merasakan nuansa jawa yang sangat kental.

Saat ini telah dibangun ruang publik baru yaitu Joglo Cak Markeso di Kampung Lawas Ketandan yang dibangun warga bekerjasama dengan United Cities Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC). Pembangunan joglo ini dimaksudkan sebagai tempat berkumpulnya warga untuk berdiskusi dan mengadakan berbagai kegiatan positif. Ruang publik joglo Kampung Ketandan ini sendiri didirikan di depan makam Mbah Buyut Tondo. (Rizki Rahmadianti)

About Kabar Surabaya

Check Also

atalantis-land-kenjeran-surabaya-a

Atlantis Land Kenjeran, Wahana Hiburan Terbaru Di Tepi Pantai Surabaya

Atlantis Land Kenjeran, Wahana Hiburan Terbaru Di Tepi Pantai Surabaya Kabar Surabaya – Kemanakah warga …