Home / Kuliner / Wisata Kuliner Imlek Di Surabaya

Wisata Kuliner Imlek Di Surabaya

kuliner-imlek-surabayaWisata Kuliner Imlek Di Surabaya

Kabar SurabayaWisata Kuliner Imlek Di Surabaya – Tanggal 8 Februari 2016 kemarin, warga Tionghoa di seluruh penjuru dunia merayakan tradisi perayaan tahun baru Cina atau biasa yang di sebut dengan Imlek. Pada hari tersebut semua warga Tionghoa berduyun-duyun pergi ke kelenteng untuk melakukan upacara keagamaan. Sama seperti perayaan keagamaan lainnya, selain hal-hal yang bersifat religius terdapat pula sisi kuliner yang selalu mendampinginya. Di Kota Surabaya yang kental dengan keberagaman tradisi dan budaya, kita akan dengan mudah menemukan tradisi imlek dan kulinernya hingga di pelosok kota. Bahkan Museum Sampoerna melalui Heritage Tracknya juga mengadakan tur Wisata Kuliner Imlek Di Surabaya. Berikut beberapa Kuliner khas Imlek yang sangat terkenal di kota Surabaya.
1. Bakcang Peneleh

Wisata Kuliner Imlek kita yang pertama adalah Jl. Peneleh-Surabaya. Di lokasi ini kita bisa menemukan kuliner Imlek berupa Bakcang. Iya..Bakcang adalah salah satu Kuliner Imlek yang wajib ada dalam tradisi Tionghoa. Bakcang Peneleh ini telah ada sejak 20 tahun silam. Dari tangan dingin Oei Kun Giok-lah tercipta bakcang yang mempunyai citarasa khas dan nikmat.

Baca : Tradisi Kupatan Sukolilo, Kupat Gratis Khas Kenjeran

Dalam sehari, industri rumah tangga ini bisa menghasilkan sebanyak 400 bungkus bakcang. Permintaan ini akan meningkat berkali lipat pada saat Imlek.  Bahkan permintaan jajanan khas ini bisa mencapai jumlah 6.000 buah Bakcang siap makan. Seiring dengan perkembangan jaman, isian dari bakcang Peneleh inipun mulai bervariasi. Isiannya mulai dari ayam, jamur, telur, sosis dan daging babi bagi konsumen non Muslim.

 2. Kue Keranjang Tjioe Giok Hong

Kue keranjang merupakan kuliner Imlek yang sangat melekat dan identik dengan tradisinya. Wisata Kuliner Imlek untuk kue keranjang di Surabaya ini berada di jalan Karang Asem  XV/61-Surabaya. Kue yang terbuat dari adonan tepung ketan dan gula ini merupakan karya dari Tjioe Giok Hong.

Kue Keranjang buatan Tjioe Giok Hong ini hanya di produksi sekali dalam setahun, yaitu pada tahun baru Imlek saja. Dalam sekali produksinya Tjioe Giok Hong mengaku bisa menghabiskan hingga 200 kg tepung ketan. Pernah pada saat jaman Presiden Gus Dur, wanita yang memulai usaha pembuatan kue keranjang ini menghabiskan tepung ketan hingga 2000kg. Ada empat varian rasa yang bisa di pesan oleh konsumen di toko milik Tjioe Giok Hong ini. Rasa Kue Keranjang yang sering di pesan adalah coklat, rasa karamel, rasa pandan dan rasa jeruk.

 3. Pia Kembang Jepun

Wisata Kuliner Imlek yang ke tiga ini kita langsung bergeser ke jalan Kembang Jepun. Di kawasan yang sangat terkenal dengan Pecinan- Surabaya ini, terdapat kuliner Imlek berupa kue pia. Di kembang Jepun ini terdapat toko kue pia yang terkenal, yaitu toko dengan nomor 35. Toko Pia ini milik pasangan Luki Sugito dan Lani Wijayanti. Di toko yang sudah berdiri sejak tahun 1940 ini kita bisa menemukan ratusan kue pia. Pia Kembang Jepun ini di bungkus oleh kertas minyak dan di jejer rapi dalam etalase.

Baca : Festival Rujak Uleg Surabaya Siap Di Laksanakan

Luki menyatakan bahwa kue pia buatannya di produksi sendiri dengan memakai bahan-bahan alami, termasuk gula-nya. Untuk rasa toko kue pia kembang Jepun 35 ini memiliki berbagai variasi. Rasa yang di jual mulai dari rasa kacang hijau, rasa keju, rasa coklat rasa durian, rasa ketan hitam dan rasa tang kwe.

 4. Roti Kompyang Jalan Panggung

Roti Kompyang adalah makanan khas warga Tionghoa yang sudah terkenal sejak jaman dahulu. Kuliner roti yang bertekstur keras ini biasanya berbentuk bulat dengan taburan wijen di atasnya. Karena berteksturnya keras, cara memakan kue kompyang ini adalah dengan terlebih dahulu mencelupkannya ke dalam teh hangat sampai lunak lalu di santap.

Ibu Yenni adalah salah satu produsen Kue Kompyang yang ada di kota Surabaya terdapat di jalan Panggung. Beliau menjelaskan bahwa kue Kompyang ini sejatinya adalah perbekalan bagi tentara Tiongkok. Kue ini masuk ke Indonesia karena di bawa oleh para imigran dari Tiongkok yang mengungsi ke kota Surabaya.

Saat ini kue kompyang banyak mengalami perubahan. Perubahan dari teksturnya yang menjadi lebih lembut, hingga isi yang bermacam-macam, mulai daging ayam, daging sapi, ikan tuna dan rumput laut.  (Yanuar Yudha)

About Kabar Surabaya

Check Also

Heerlijk-Library-Cafe-Menur-Surabaya

Heerlijk Library Cafe Surabaya, Tempat Nongkrong Yang Vintage Banget

Heerlijk Library Cafe Surabaya, Tempat Nongkrong Yang Vintage Banget Kabar Surabaya – Heerlijk Library Cafe Menur …